Naik Tipis di Awal Selasa, Rupiah Bakal Tetap Tertekan

Rupiah - www.jitunews.comRupiah - www.jitunews.com

JAKARTA – berusaha bangkit pada Selasa (12/1) pagi setelah harus terbenam cukup dalam di area merah. Menurut laporan Index pada pukul 09.00 WIB, mata uang Garuda dibuka menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.120 per AS. Sebelumnya, spot berakhir melemah tajam 105 poin atau 0,75% di posisi Rp14.125 per AS pada Senin (11/1) kemarin.

“Mata uang , termasuk rupiah, kemarin melemah karena ekspektasi pemulihan AS. Hal itu mengerek imbal hasil obligasi AS dan turut membuat diburu pemilik dana,” papar Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dikutip dari . “Pernyataan para pejabat Federal Reserve juga menunjukkan optimisme pemulihan membuat dolar AS menguat tajam.”

Dari dalam negeri, Ibrahim menambahkan, penurunan rupiah disebabkan sentimen negatif dari penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai kemarin hingga 25 Januari 2021 mendatang. Menurut Ibrahim, hal tersebut tentu membuat roda bisnis akan kembali melambat, sehingga menghambat pemulihan ekonomi.

Hampir senada, Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, menuturkan bahwa selama masih fokus ke tingkat imbal hasil obligasi AS, nilai tukar rupiah masih bisa melemah. Dia sendiri berharap berita persetujuan penggunaan vaksin oleh BPOM dapat menjadi sentimen sekaligus membatasi pelemahan mata uang dalam negeri.

Sementara itu, analis pasar uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri, mengatakan bahwa pergerakan rupiah masih akan berkisar di area fundamental. Sentimen yang bakal memengaruhi masih seputar perkembangan COVID-19 dan vaksin. Ia sendiri memprediksi mata uang domestik akan cenderung melemah walau dalam kisaran yang tipis.

Reny memperkirakan rupiah akan bergulir di kisaran support Rp14.050 per dolar AS dan resistance Rp14.188 per dolar AS. Sementara, Ariston mengatakan bahwa rupiah akan bergerak di rentang Rp14.100 hingga Rp14.160 per dolar AS. Adapun Ibrahim, memprediksi mata uang Garuda dibuka turun di level Rp14.100 hingga Rp14.150 per dolar AS.

Loading...