Transaksi Selasa Pagi, Rupiah Bangkit Menguat Tipis

Rupiah - geotimes.co.idRupiah - geotimes.co.id

JAKARTA – Rupiah mencoba untuk mengembalikan otot pada perdagangan Selasa (23/2) pagi ini. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 09.03 WIB, Garuda menguat tipis 7,5 poin atau 0,05% ke level Rp14.110 per AS. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 52 poin atau 0,37% di posisi Rp14.117,5 per AS pada Senin (22/2) kemarin.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir dari Bisnis, menyebutkan bahwa pergerakan nilai rupiah salah satunya dipengaruhi oleh terhambatnya pemulihan di akibat banjir yang terjadi di kawasan Jabodetabek pekan lalu. Selain kerugian ekonomi dan terhambatnya aktivitas masyarakat, banjir juga berpotensi menimbulkan penyakit lain serta peningkatan risiko penularan di berbagai tenda pengungsian.

“Dengan data eksternal dan internal yang kurang mendukung, mengakibatkan arus modal asing kembali keluar dari finansial dalam negeri, sehingga wajar kalau nilai tukar rupiah kembali melemah,” kata Ibrahim. “Untuk perdagangan hari ini, rupiah akan dibuka berfluktuasi, tetapi ditutup melemah di kisaran Rp14.110 hingga Rp14.160 per dolar AS.”

Hampir senada, analis Monex Investindo Futures, Faisyal, menilai bahwa rupiah kemungkinan akan kembali melemah pada hari ini, walau cukup terbatas. Katalis utama pelemahan mata uang tentu saja datang dari yield US Treasury yang terus mengalami kenaikan. Kemarin, yield US Treasury mencapai 1,36% atau level tertingginya sejak Februari 2020.

Sedikit berbeda, ekonom Bank Mandiri, Reny Eka Putri, menilai bahwa kasus Covid-19 di China dan Eropa yang cenderung menurun membuat aliran dana asing terdiversifikasi ke negara yang ekonominya lebih dulu membaik dan tidak hanya masuk ke emerging market. Rupiah pun masih mendapatkan dukungan dari data ekonomi dalam negeri yang positif. mencatat defisit berjalan di sepanjang 2020 sebesar 4,7 miliar dolar AS.

Reny pun memprediksi pada hari ini rupiah bergerak cenderung stabil di kisaran Rp14.040 hingga Rp14.120 per dolar AS. Sementara itu, Faisyal memperkirakan mata uang Garuda bergulir di rentang Rp14.060 hingga Rp14.150 per dolar AS. “Pelemahan rupiah saat ini masih wajar usai menguat di awal tahun,” tutur Reny.

Loading...