Rupiah Melemah di Selasa Pagi, Rehat Sejenak?

Rupiah - www.aktual.comRupiah - www.aktual.com

JAKARTA – Rupiah harus terpeleset ke zona merah pada Selasa (5/1) pagi. Menurut catatan Index pukul 09.03 WIB, Garuda melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.905 per AS. Sebelumnya, spot sempat berakhir menguat tajam 155 poin atau 1,1% di posisi Rp13.895 per AS pada Senin (4/1) kemarin.

Menurut Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, salah satu penopang penguatan rupiah kemarin adalah rilis data dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin melaporkan Indeks Harga (IHK) Indonesia mengalami inflasi sebesar 1,68% sepanjang tahun 2020. Sementara, secara bulanan, Indonesia mengalami inflasi 0,45% pada Desember 2020. “Ini menandakan konsumsi masyarakat sudah kembali menggeliat,” tutur Ibrahim, dilansir dari .

Kabar distribusi vaksin yang telah menjangkau 34 provinsi juga ikut menopang pergerakan rupiah. Meski masih difokuskan ke instansi-instansi tertentu, hal ini menunjukkan upaya untuk menanggulangi pandemi Covid-19 sudah cukup membawa kembali masuk ke pasar finansial dalam negeri.

Sementara itu, Analis Monex Investindo Futures, Faisyal, menambahkan bahwa sentimen eksternal masih menjadi faktor utama yang akan mengangkat kinerja rupiah. Tren pelemahan dolar AS dikatakannya masih akan berlanjut pada hari ini, sedangkan risk appetite investor terhadap aset berisiko juga tetap tinggi seiring dengan ekspektasi suku bunga The Fed yang mungkin akan tetap rendah.

“Dari dalam negeri, data soal ritel dan kepercayaan konsumen akan dirilis hari ini,” ujar Faisyal, dikutip dari Kontan. “Kedua data ini akan memperlihatkan seperti apa kondisi ekonomi Indonesia, apakah menunjukkan pemulihan atau belum. Jika datanya positif, tentu akan menjadi katalis tambahan untuk penguatan rupiah. Rupiah hari ini kemungkinan bergerak di kisaran Rp13.800 hingga Rp14.000 per dolar AS.”

Berbanding terbalik, analisis CNBC Indonesia memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak melemah pada hari ini. Pasalnya, tanda-tanda depresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot, dan karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Loading...