Selasa Pagi, Rupiah Terpeleset Melemah Tipis

rupiah - kumparan.comrupiah - kumparan.com

JAKARTA – harus terpeleset ke zona merah pada Selasa (11/5) pagi ketika terpantau bergerak lebih tinggi. Menurut Index pada pukul 09.21 WIB, mata uang Garuda melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.207,5 per AS. Sebelumnya, spot berakhir naik 87,5 poin atau 0,61% di posisi Rp14.197,5 per AS pada Senin (10/5) kemarin.

Mata uang dalam negeri kemarin mampu menghijau bersama sejumlah mata uang lainnya, seperti won Korea Selatan yang melonjak 0,68%, rupee India dan yuan China yang sama-sama menguat 0,13%, ringgit Malaysia yang terapresiasi 0,12%, serta peso Filipina yang naik tipis 0,02%. Di saat yang bersamaan, greenback terpantau cuma menguat tipis 0,06 poin atau 0,07% ke level 90,29.

“Meskipun dolar AS sedikit naik pada awal pekan ini, pergerakannya masih sekitar level terendah dalam dua bulan seiring laporan ketenagakerjaan AS yang mengecewakan minggu sebelumnya dan implikasinya terhadap kebijakan moneter menjelang data inflasi yang akan dirilis akhir pekan nanti,” ujar Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, dilansir Bisnis. “Rupiah tetap mampu menguat meski sentimen dari dalam negeri tidak terlalu cerah.”

Pada hari ini, Ibrahim memproyeksikan rupiah dibuka berfluktuasi, tetapi akan kembali ditutup menguat. Pasalnya, secara fundamental, rupiah masih perkasa karena akhir pekan lalu mengatakan masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang dovish. “Rupiah akan bergulir di rentang Rp14.160 hingga Rp14.230 per dolar AS,” imbuh Ibrahim.

Hampir senada, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, seperti dikutip dari Kontan, juga menuturkan bahwa penguatan rupiah sore kemarin dipengaruhi pelemahan dolar AS akibat data tenaga kerja Negeri Paman Sam yang tumbuh di bawah ekspektasi pelaku . Namun, secara teknikal, David memperkirakan rupiah berpotensi berbalik melemah setelah naik berturut-turut. Ia pun memprediksi spot akan melemah tipis di kisaran Rp14.170 hingga Rp14.240 per dolar AS.

Loading...