Awali Perdagangan Selasa, Rupiah Melemah Tipis

Rupiah - inal knRupiah - inal kn

JAKARTA – harus rela turun tipis saat membuka perdagangan Selasa (23/3) pagi. Menurut Index pada pukul 09.00 WIB, mata uang Garuda dibuka melemah 1,5 poin atau 0,01% ke level Rp14.408,5 per AS. Sebelumnya, spot berakhir di posisi Rp14.407 per AS pada transaksi Senin (22/3) kemarin.

“Rupiah kemungkinan masih bergerak cukup pada perdagangan hari ini setelah sebelumnya ditutup stagnan,” ujar Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dikutip dari Bisnis. “ rupiah kemungkinan akan dibuka berfluktuasi, tetapi ditutup menguat di kisaran Rp14.390 hingga Rp14.340 per dolar AS.”

Menurut penjelasan Ibrahim, kenaikan imbal hasil atau yield AS terus membuat dolar AS bergerak menguat. Lelang US Treasury dengan tenor dua, lima, dan tujuh tahun di akhir pekan ini juga berada dalam radar investor. Pelaku pasar pun memantau KTT Inovasi BIS minggu ini, dengan pembicara seperti Gubernur The Fed, Jerome Powell dan Christine Lagarde dari Eropa.

Sementara itu, Analis Kapital Investama, Alwi Assegaf, seperti dikutip dari Kontan, menjelaskan bahwa terdapat sedikit kabar baik dari AS, yakni digelarnya pidato dari petinggi The Fed serta Menteri Keuangan AS, Janet Yellen. Menurut dia, pasar saat ini sedang menantikan pernyataan untuk mempertegas sikap para petinggi bank sentral tersebut.

“Walau pada FOMC meeting pekan lalu The Fed sudah menyatakan masih akan memberi kebijakan akomodatif, pasar masih tetap berharap ada sedikit informasi ataupun sikap yang lain dari Jerome Powell,” tutur Alwi. “Apakah mereka kembali mempertegas hasil FOMC meeting atau justru memberikan pernyataan yang baru.”

Sentimen global lainnya yang dapat memberikan efek adalah keputusan Presiden Turki, Erdogan, yang memecat kepala bank sentral Turki, Naci Agbal. Pemecatan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Turki akan kembali menurunkan secara prematur. “Namun, sentimen ini tidak akan banyak memberikan pengaruh terhadap rupiah,” sambung Alwi.

Loading...