Selasa Pagi, Rupiah Merah Jelang Pengumuman Suku Bunga BI

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

JAKARTA – harus terjungkal ke teritori merah pada Selasa (14/4) pagi menjelang pengumuman . Menurut Index, Garuda dibuka melemah 70 poin atau 0,45% ke level Rp15.700 per dolar AS. Sebelumnya, spot sempat berakhir menguat tajam 250 poin atau 1,57% di posisi Rp15.630 per dolar AS pada Senin (13/4) kemarin.

“Penguatan rupiah kemarin terjadi di saat menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Indonesia pada hari Selasa, yang diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan,” tutur Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir Bisnis. “ mungkin masih menanggapi positif kerjasama bilateral repo line antara Bank Indonesia dengan The Fed senilai 60 miliar dolar AS yang meningkatkan likuiditas dolar Bank Indonesia.”

Hampir senada, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, menuturkan bahwa rupiah naik tidak lepas dari stimulus yang diberikan Federal Reserve pada hari Kamis (9/4) lalu. Bank sentral AS tersebut mengumumkan detail, salah satunya stimulus berupa pinjaman lunak ke dunia usaha senilai 2,3 triliun dolar AS, yang diberi nama main street.

“Bank Indonesia yang akan mengumumkan suku bunga pada hari ini bisa juga menjadi penggerak pasar dalam negeri. Rupiah bergerak stabil belakangan ini, bahkan menguat tajam pada pekan lalu,” ujar Ibrahim. “Dalam transaksi hari ini, mata uang Garuda kemungkinan masih akan menguat di kisaran level Rp15.500 hingga Rp15.700 per dolar AS.”

Selain dari faktor eksternal, menurut Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, penguatan yang dialami rupiah juga dipengaruhi sentimen dari dalam negeri. Keseriusan langkah pemerintah dalam menangani virus corona membuat investor kembali optimistis. Itu terbukti dari berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta sejak Jumat (10/4) kemarin menyusul wilayah satelit Jakarta pekan ini.

Josua sendiri memperkirakan bahwa penguatan rupiah dalam jangka pendek masih akan berlanjut. Pasalnya, Bank Indonesia juga masih akan tetap melakukan intervensi di pasar . Untuk perdagangan hari ini, ia memperkirakan mata uang akan bergulir di kisaran Rp15.575 hingga Rp15.700 per dolar AS.

Loading...