Selasa Pagi, Rupiah Masih Menguat Walau Tipis

Rupiah - www.liputan6.comRupiah - www.liputan6.com

JAKARTA – masih mampu menjaga tren pada perdagangan Selasa (29/12) pagi meski penguatan relatif sempit. Menurut laporan Index pada pukul 09.04 WIB, Garuda menguat 7,5 poin atau 0,05% ke level Rp14.147,5 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 45 poin atau 0,32% di posisi Rp14.155 per AS pada Senin (28/12) sore.

“Penguatan rupiah didukung oleh kabar Presiden AS, Donald Trump, yang menandatangani bantuan dan pengeluaran pandemi senilai 2,3 triliun dolar AS, yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat AS,” tutur Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir dari Bisnis. “Tanda tangan Trump mencegah penutupan sebagian federal dan akan mengembalikan tunjangan pengangguran bagi orang AS yang telah kehilangan pekerjaan mereka akibat pandemi Covid-19.”

Seperti diketahui, Presiden Donald Trump menyetujui paket penanganan virus dan pendanaan pemerintah senilai 2,3 triliun dolar AS. Paket bantuan senilai 900 miliar dolar AS sebelumnya telah disetujui oleh Kongres setelah negosiasi berbulan-bulan. Ini adalah bagian dari paket pengeluaran yang mencakup 1,4 triliun dolar AS untuk pengeluaran normal pemerintah federal.

Selain itu, tambah Ibrahim, pasar juga merespon positif kehadiran UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yang awalnya banyak mendapat pertentangan, baik dari aktivis buruh maupun para mahasiswa. Karena itu, ia pun yakin bahwa penguatan rupiah dapat berlanjut pada hari ini, dan akan bergerak di kisaran Rp14.130 hingga Rp14.180 per dolar AS.

Senada, analisis CNBC Indonesia menerangkan bahwa dengan cairnya stimulus fiskal, jumlah uang yang beredar di perekonomian AS akan bertambah. Secara teori, hal tersebut akan membuat menjadi loyo. Kabar bagus yang datang dari Negeri Paman Sam ini pun berpotensi membuat rupiah melanjutkan tren positif pada transaksi hari ini.

Loading...