Selasa Pagi, Rupiah Masih Betah di Zona Merah

Rupiah - spiritriau.comRupiah - spiritriau.com

JAKARTA – masih betah di teritori merah ketika membuka perdagangan Selasa (23/7) pagi ini. Menurut catatan Index, mata uang Garuda mengawali transaksi dengan melemah 14 poin atau 0,10% ke level Rp13.957 per AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir terdepresiasi tipis 5 poin atau 0,04% di posisi Rp13.943 per AS pada Senin (22/7) kemarin.

“Pernyataan Gubernur The Fed St. Louis, James Bullard, bahwa penurunan acuan hanya sebanyak 25 basis poin sudah cukup membuat rupiah loyo,” ujar ekonom Bank Permata, Josua Pardede, dilansir Kontan. “Awalnya, pelaku berekspektasi bahwa The Fed akan memangkas 50 basis poin. Dengan komentar Bullard, optimisme pelaku pasar memudar.”

Meski demikian, Josua menambahkan, pelemahan yang dialami rupiah tidak terlalu dalam dan masih bergerak stabil. Untuk perdagangan hari ini, dirinya memperkirakan belum ada ekonomi yang signifikan yang akan menggerakkan rupiah. Tren pasar yang merespon pernyataan Bullard masih menjadi sentimen utama yang memengaruhi perdagangan mata uang Garuda.

Sementara itu, analis Asia Trade Point Futures, Deddy Yusuf Siregar, berpendapat bahwa perkembangan kondisi masih akan mendominasi arah pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini. Menurutnya, di tengah sentimen domestik yang masih minim, respon pelaku pasar terhadap kondisi terkini akan menentukan arah mata uang domestik.

Untuk perdagangan hari Selasa, Deddy memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak di kisaran Rp13.910 hingga Rp13.980 per dolar AS, dengan kecenderungan melemah. Sementara itu, Josua memprediksi kurs rupiah pada hari ini akan bergulir di kisaran Rp13.900 hingga Rp14.000 per dolar AS, juga dengan kecenderungan melemah.

Saat ini, para pelaku pasar sedang menantikan rapat kebijakan berbagai dunia. Eropa dan Bank of Japan akan memulai rapat kebijakan mereka pada pekan ini. Sementara, pada pekan depan, giliran yang mengadakan rapat kebijakan mereka, yang diprediksi menurunkan suku bunga acuan.

Loading...