Selasa Pagi, Rupiah Masih Betah di Zona Merah

Rupiah - www.mnctrijaya.comRupiah - www.mnctrijaya.com

JAKARTA – Rupiah masih terbenam di teritori merah ketika membuka hari Selasa (14/5) ini. Menurut paparan Index, Garuda mengawali dengan melemah tipis 2 poin atau 0,02% ke level Rp14.426 per AS. Sebelumnya, spot sudah melorot tajam 96 poin atau 0,67% di posisi 14.423 per AS pada akhir Senin (13/5) kemarin.

“Koreksi yang dialami rupiah terjadi karena perang dagang antara AS dan kembali memanas,” papar Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, dikutip Kontan. “Sementara itu, katalis negatif dari dalam negeri berasal dari rilis Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada Jumat (10/5) pekan lalu yang mengalami penurunan cukup tajam.”

Konflik perdagangan antara AS dan China memang kembali membara setelah Negeri Paman Sam memutuskan untuk menaikkan impor terhadap asa Negeri Panda senilai 200 miliar dolar AS. China dikabarkan telah berjanji untuk membalas perlakuan AS, namun mereka belum memberikan rincian yang pasti.

Para pelaku sendiri memperkirakan bahwa aksi China yang membalas kenaikan tarif AS dengan ancaman kenaikan tarif atas 60 miliar dolar AS terhadap produk AS ke China berpotensi menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi menjadi lebih rendah lagi. Hal ini memicu investor beralih ke aset safe haven berupa US treasury dan emas.

“Di sisi lain, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang diumumkan Bank Indonesia memang membukukan surplus senilai 2,4 miliar dolar AS pada tiga bulan pertama tahun ini. Namun, transaksi berjalan mengalami defisit senilai 7 miliar dolar AS pada tiga bulan pertama atau setara 2,6% dari PDB,” sambung Ibrahim. “Jika defisit di awal tahun saja sudah lebih lebar, maka ada potensi bahwa defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) untuk keseluruhan tahun 2019 juga akan melebar.”

Loading...