Selasa Pagi, Rupiah Lanjut Menguat 0,17%

Rupiah - flickr: Kandang vicongRupiah - flickr: Kandang vicong

JAKARTA – masih mampu melanjutkan tren pada Selasa (6/4) pagi. Menurut Bloomberg Index pada pukul 09.03 WIB, Garuda dibuka menguat 25 poin atau 0,17% ke level Rp14.490 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup terapresiasi 10 poin atau 0,07% di posisi Rp14.515 per AS pada Senin (5/4) kemarin.

“Penguatan rupiah (kemarin) disokong sentimen domestik yang positif. Indeks mencapai rekor tertinggi selama satu dekade untuk periode bulan Maret saat berada di level 53,2,” ujar kepala ekonom Bank Central Asia, David Sumual, dikutip dari Kontan. “Namun, pergerakan rupiah ke depan akan cenderung terbatas karena pelaku pasar bersikap wait and see terhadap data kinerja kuartal II 2021.”

Hampir senada, analis Monex Investindo Futures, Ahmad Yudiawan, mengatakan bahwa rupiah perkasa karena fundamental Indonesia menguat. Pemicunya, data current account deficit and balance of payment dalam kondisi baik. Serapan yang baik dari kebijakan fiskal yang masif dari pemerintah AS juga memunculkan sentimen risk on pelaku pasar.

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, menuturkan bahwa rupiah kemungkinan terbantu sentimen yield US Treasury yang stabil. Sentimen positif dari kuatnya data tenaga kerja AS juga mendorong arus modal asing kembali masuk ke pasar negara berkembang. “Di level sekarang, imbal hasil obligasi AS kemungkinan sudah cukup atraktif bagi investor untuk berinvestasi di obligasi AS,” katanya.

Di sisi lain, Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan bahwa penguatan nilai tukar rupiah kemarin didorong optimisme pemerintah terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional. Bank Indonesia yang terus melakukan intervensi di pasar valas, obligasi, dan SUN juga membuat pergerakan mata uang Garuda cenderung stabil.

Untuk perdagangan hari ini, David memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.490 hingga Rp14.540 per dolar AS. Ahmad Yudiawan menebak bahwa mata uang Garuda masih bisa menguat dan bergulir di rentang Rp14.445 hingga Rp14.580 per dolar AS. Sementara itu, Ibrahim memprediksi rupiah akan berfluktuasi di kisaran Rp14.500 hingga Rp14.550 per dolar AS.

Loading...