Gerak Mirip Yoyo, Rupiah Kembali Melemah di Selasa Pagi

Rupiah - bisnis.tempo.coRupiah - bisnis.tempo.co

JAKARTA – Seperti yoyo, kembali bergerak negatif pada perdagangan hari Selasa (28/4) pagi. Menurut laporan Index, mata uang Garuda terpantau melemah 45 poin atau 0,29% ke level Rp15.430 per AS pada pukul 09.12 WIB. Sebelumnya, spot sempat berakhir menguat 15 poin atau 0,10% di posisi Rp15.385 per AS pada hari Senin (27/4) kemarin.

“Penguatan rupiah kemarin sejalan dengan kecenderungan pelaku yang masih memburu aset berisiko. Terlebih, aset berisiko mendapat sentimen positif melalui pengumuman yang dikeluarkan oleh Bank of Jepang (BOJ),” papar analis Kapital Investama, Alwi Assegaf, dilansir Kontan. “BOJ mengumumkan batas Quantitative Easing (QE) senilai 80 triliun yen Jepang akan dihapuskan, yang menjadi sentimen positif bagi rupiah.”

Sementara itu, ekonom Bank Mandiri, Reny Eka Putri, mengatakan bahwa sebenarnya, pergerakan rupiah minim sentimen baru. Rupiah pun sudah lebih stabil karena hingga akhir bulan nanti, tidak ada rilis data , baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang cukup signifikan menggerakkan mata uang Garuda.

“Rupiah kemungkinan akan mengalami pelemahan tipis pada hari ini. Pasalnya, menerima angin segar dari perkembangan baru di AS,” tutur Reny. “Indeks dolar AS terpantau masih kuat dan berada di level 100,3 karena didorong kabar di beberapa bagian AS sudah melewati fase puncak penyebaran . Sehingga, kabar ini membawa angin segar bagi penguatan dolar AS sekaligus berpotensi melemahkan rupiah.”

Sedikit berbeda, analisis CNBC memprediksi bahwa rupiah berpotensi bergerak positif pada perdagangan hari ini. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi mata uang domestik sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot, dan karenanya kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Loading...