Selasa Pagi, Rupiah Harus Berbalik Melemah 0,08%

Rupiah - starberita.comRupiah - starberita.com

JAKARTA – Tren rupiah harus terhenti pada pembukaan perdagangan Selasa (2/7) ini. Menurut paparan Index, Garuda mengawali dengan berbalik melemah 11 poin atau 0,08% ke level Rp14.124 per AS. Sebelumnya, spot berakhir menguat 13 poin atau 0,09% di posisi Rp14.113 per AS pada tutup dagang Senin (1/7) kemarin.

Dilansir dari CNBC Indonesia, rupiah terhadap dolar AS diprediksi akan melemah pada perdagangan hari ini. Pasalnya, tanda-tanda depresiasi rupiah sudah terlihat di Non-Deliverable Market (NDF). NDF sendiri adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan tertentu pula, yang seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di spot.

Sebelumnya, menurut Head of Economic & Research UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja, penguatan rupiah yang terjadi kemarin lebih banyak disokong oleh gencatan senjata antar AS dan China, yang membuat pelaku pasar optimistis untuk masuk ke negara emerging market seperti Indonesia. Investor mencari imbal hasil yang masih menarik dan salah satunya adalah Indonesia.

“Tetapi, penguatan rupiah mungkin tidak akan berlangsung lama, dan salah satu faktor penghambat mata uang dalam negeri adalah proyeksi current account deficit (CAD) kuartal II yang akan melebar,” ujar Enrico, dilansir Kontan. “Pada perdagangan hari ini, rupiah mungkin masih akan bertahan di level Rp14.075 hingga Rp14.150 per dolar AS.”

Hampir senada, ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menuturkan bahwa gencatan senjata yang dilakukan terkait tarif impor antara AS dan China tidak hanya memengaruhi nilai rupiah, tetapi juga nilai mata uang negara lain. Karena sentimen ini dinilai membaik, maka sebagian besar mata uang utama dan juga kemarin ditutup menguat.

“Pada hari Selasa, rupiah diprediksi masih akan tetap menguat, selain terkait perang dagang, juga aktivitas manufaktur AS yang melambat dapat mendorong pelemahan greenback,” kata Josua. “Pada hari ini, rupiah kemungkinan akan menguat tipis dan bergerak di kisaran Rp14.075 hingga Rp14.175 per dolar AS.”

Loading...