Selasa Pagi, Rupiah Terpeleset Dibuka Melemah 0,29%

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

JAKARTA – harus terjungkal saat mengawali Selasa (12/5) ketika terpantau bergerak naik. Menurut laporan Index, mata uang Garuda dibuka melemah 44 poin atau 0,29% ke level Rp14.939 per AS. Sebelumnya, spot mampu berakhir menguat 25 poin atau 0,17% di posisi Rp14.895 per AS pada Senin (11/5) kemarin. Sementara, indeks AS naik 0,091 atau 0,09% ke level 100,327 pada pukul 09.13 WIB.

“Penguatan rupiah pada perdagangan kemarin masih didukung respon positif terhadap pelonggaran kebijakan lockdown di beberapa negara pandemi karena laju penyebaran COVID-19 mulai menurun,” tutur Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir Bisnis. “Dengan dibukanya lockdown itu, aktivitas akan meningkat kembali sehingga akan membatasi pelemahan dan mendukung investor mengumpulkan aset-aset berisiko seperti rupiah.”

Untuk hari ini, Ariston pun masih optimistis bahwa mata uang mampu melanjutkan penguatan. Namun, ia memperingatkan pasar agar tetap mewaspadai potensi gelombang kedua wabah dan memburuknya -data ekonomi sehingga dapat membatasi kinerja penguatan yang telah dicapai rupiah. “Pada hari ini, rupiah akan bergerak di level support Rp14.800 per dolar AS dan resisten Rp15.100 per dolar AS,” sambung Ariston.

Hampir senada, Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, menyampaikan bahwa pasar merespon positif rencana beberapa negara untuk membuka lockdown. Sementara, dari sisi internal, Bank Indonesia terus berupaya untuk menstabilkan mata uang Garuda yang dalam bulan-bulan terakhir ini masih bergerak tidak jauh dari level Rp15.000 per dolar AS. Ia memperkirakan spot masih akan menguat dengan rentang Rp14.795 hingga Rp15.050 per dolar AS.

Namun, berbeda dengan hasil analisis CNBC Indonesia yang mengatakan bahwa rupiah pada perdagangan hari ini berpotensi melemah. Pasalnya, tanda-tanda depresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Pasar NDF sendiri seringkali memengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot, dan karenanya kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Loading...