Selasa Pagi, Rupiah Masih Stay di Area Negatif

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

JAKARTA – masih belum bisa keluar dari zona merah pada Selasa (9/6) pagi. Menurut laporan Index, Garuda mengawali dengan melemah 13 poin atau 0,09% ke level Rp13.898 per . Sebelumnya, spot sudah berakhir terdepresiasi 7 poin atau 0,05% di posisi Rp13.885 per pada Senin (8/6) kemarin.

“Rupiah kemungkinan memiliki kecenderungan untuk melemah atas AS,” tutur Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, seperti disalin dari Kontan. “Salah satu sentimennya adalah kemungkinan AS, (The Fed), menjaga di level 0%-0,25%. Kemungkinan para spekulan akan taking profit ditambah dengan The Fed yang diproyeksikan tetap. Dolar AS akan kembali menguat sehingga menekan rupiah.”

Sedikit berbeda, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, memaparkan bahwa meski kemarin harus melemah, namun level rupiah masih berada di bawah Rp14.000 per dolar AS. Sehingga, pada perdagangan hari ini, mata uang Garuda masih memiliki potensi untuk kembali bergerak menguat ke kisaran Rp13.700 per dolar AS.

“Penguatan masih merespons sentimen positif pembukaan kembali pasar di tengah pandemi COVID-19, yang memunculkan harapan akan segera pulih,” ujar Ariston seperti dilansir Medcom.id. “Namun, penguatan tersebut memiliki potensi resisten di angka Rp14.000 per dolar AS karena nilai tukar mata uang regional mengalami konsolidasi terhadap greenback.”

Sementara, berdasarkan analisis CNBC Indonesia, rupiah tampaknya akan bergerak ke zona hijau pada perdagangan hari ini. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi mata uang Garuda sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Mengutip data Refinitiv, spot berada di posisi Rp13.974 per dolar AS pada pukul 07.29 WIB untuk periode satu pekan, naik dari minggu sebelumnya di level Rp14.021 per dolar AS.

NDF sendiri adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot, sehingga kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Meski demikian, rupiah di pasar spot tidak perlu selalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing.

Loading...