Selasa Pagi, Rupiah Langsung Berbalik Lemas Usai Dibuka Naik

Rupiah - republika.co.idRupiah - republika.co.id

JAKARTA – Gerak terpantau pada Selasa (18/2) pagi. Menurut paparan Bloomberg Index, Garuda mengawali transaksi dengan menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.655 per dolar AS. Namun, pada pukul 08.35 WIB, spot berbalik melemah 7 poin atau 0,05% ke posisi Rp13.667 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup naik 33 poin atau 0,24% di Rp13.660 per dolar AS pada Senin (17/2) kemarin.

“Potensi penguatan rupiah pada perdagangan hari ini masih mungkin terjadi, karena tren yang terbentuk saat ini adalah pergerakan dolar AS tengah cenderung melemah setelah rally yang cukup panjang,” ujar analis Monex Investindo Futures, Ahmad Yudiawan, dilansir Kontan. “Jika dilihat dari sentimen lain, belum ada sentimen baru. Masih seputar persebaran , sementara , baik dari dalam atau luar negeri, juga belum ada yang baru.”

Senada, ekonom BCA, David Sumual, menuturkan bahwa saat ini masih minim data ekonomi yang punya pengaruh signifikan sehingga pergerakan rupiah masih akan bergantung pada virus corona. Namun, David menggarisbawahi, yang perlu dikhawatirkan dan diantisipasi adalah neraca perdagangan dalam negeri yang mengalami defisit sebesar 864 juta dolar AS sepanjang bulan Januari kemarin.

Sementara itu, analisis CNBC menuliskan, berharap banyak terhadap stimulus ekonomi yang digelontorkan China untuk menangkal virus corona. Bank sentral setempat memang baru saja memutuskan untuk menurunkan Medium-term Lending Facility (MLF) tenor setahun dari 3,25% menjadi 3,15%, yang dinilai akan mengguyur likuiditas ke perekonomian Negeri Tirai Bambu.

Seperti diketahui, penyebaran virus corona yang begitu masif membuat aktivitas ekonomi China terganggu. Setelah libur Tahun Baru Imlek, roda perekonomian tersebut belum bergulir normal karena dihantui virus mematikan. Karena itu, People Bank of China agresif dalam menyuntikkan stimulus. Penurunan MLF hari ini diyakini pelaku pasar sebagai pembuka jalan pemangkasan Loan Prime Rate (LPF) yang akan diumumkan Kamis (20/2) esok.

Loading...