Selalu Pertahankan Rasa, Harga Nasi Bungkus Restoran Garuda Dipatok Terjangkau

Menu makanan di Restoran Garuda - www.tripadvisor.co.uk

Terjun ke bukan hanya membutuhkan dan yang kuat saja, tetapi juga harus dapat mempertahankan soal . Inilah yang tampaknya mampu membuat salah satu restoran Minang terkemuka seperti Restoran Garuda bisa bertahan hingga sekian tahun lamanya. Selain punyai gerai di Kota Medan dan wilayah Sumatera seperti Palembang, Padang, dan Lampung, Restoran Garuda juga memiliki cabang di Jakarta dan Singapura. Rumah makan satu ini punya beragam menu makanan khas Melayu yang lezat dan tentunya menggugah selera.

makanan di Restoran Garuda pun bervariasi dan rata-rata dipatok cukup terjangkau, misalnya saja nasi bungkus + rendang Garuda dibanderol Rp 27 ribu saja, kemudian ayam rendang/ayam panggang harganya Rp 19 ribuan, ayam bumbu/ayam semur juga Rp 19 ribuan, ayam gulai Rp 19 ribuan, hingga sop buntut harganya Rp 50 ribuan per porsi. Jika tergesa-gesa dan tidak sempat makan langsung di restoran, para konsumen juga bisa memesan untuk dibungkus dengan kertas bungkus atau memesan nasi kotak untuk berbagai keperluan.

Pemilihan nama Restoran Garuda sendiri ternyata cukup unik. “Saat itu sedang memikirkan nama apa yang cocok untuk kuliner tersebut. Karena naik Garuda Indonesia, lalu berpikir kenapa tidak Garuda saja nama usahanya. Apalagi nama Garuda simpel dan gampang diingat, dan terciptalah rumah makan Garuda. Papa tidak memiliki basic untuk memasak, namun ia optimis membangun ini. Untuk memasak menu-menu yang , Papa menunjuk orang yang dapat dipercaya menangani masalah di dapur sementara ayah saya adalah konseptornya,” kata putri H. Bakhtar, Desy Wahyuni, seperti dilansir Liputan 6.

“Awalnya hanya memiliki belasan karyawan, kini telah hampir menyentuh seribu karyawan. Dan pada awalnya hanya memiliki 20-an menu, kini sudah memiliki 30-an menu. Bukan hanya itu, Restoran Garuda kini telah memiliki anak perusahaan yang bergerak dalam bidang kuliner yang sama, yaitu Restoran Berjaya,” sambung Desy.

Menurut Desy, yang membuat usaha kulinernya bisa bertahan karena ia selalu berupaya untuk menjaga cita rasa dari makanan yang dijajakan. “Untuk makanan ini, kita selalu menjaga kualitas, baik bahan baku, maka akan baik rasa makanan. Misalnya seperti rendang. Kalau rendang dari Minang itu, warnanya hitam, kalau masih kemerah-merahan itu namanya kalio,” tandasnya.

Loading...