Selain Harga Mahal, 1 Tabung Gas Helium Juga Berbahaya?

Harga, 1, tabung, gas, helium, ukuran, kecil, S, 6,8, liter, dijual, mahal, mengisi. Balon, nitrogen, asetilen, karbit, berbahaya, bahaya, meledak, baking, soda, industri, perayaan, anak, aman, kolosal, praktis, cara, membuat, medisTabung gas helium ukuran 1 kg (sumber: Alibaba)

Pada acara istimewa tertentu, misalnya pesta ulang tahun, peresmian proyek, dan perpisahan sekolah, pelepasan ke udara sering dilakukan. tidak hanya menjadi mainan menarik bagi anak-anak. Orang dewasa pun kerap memerlukan saat ingin agar acara peresmian proyek tertentu berlangsung meriah. Selama ini banyak orang mengisi dengan , nitrogen, dan asetilen.

Sayangnya, gas helium, gas nitrogen, dan gas asetilen itu sebenarnya lumayan mahal dan berbahaya. Contohnya saja 1 gas helium kecil (S) atau 6,8 liter dijual seharga Rp400 ribuan hingga Rp450 ribuan. Tabung gas ini bisa mengisi sebanyak 30 balon. Karena dianggap lebih praktis, maka mengisi balon dengan tabung gas helium nyatanya juga masih kerap dilakukan. Meskipun dalam beberapa contoh kasus telah banyak orang yang celaka akibat gas helium yang meledak.

Seorang dokter anestesi di Inggris, dr Tom Dolphin, pada Mei 2016 lalu mengatakan penggunaan balon gas berisi helium sebagai pemborosan kolosal. Gas yang ketersediaannya di alam relatif terbatas ini dipakai juga untuk keperluan medis. Menurut dr Dolphin, helium dipakai dalam pemindaian MRI (Magnetic Resonance Imaging). Gas paling ringan kedua setelah hidrogen tersebut juga digunakan sebagai campuran oksigen untuk mengatasi kesulitan bernapas di rumah sakit.

“Gas yang tak ternilai, dan tidak tergantikan ini benar-benar diberikan pada anak-anak dalam bentuk balon sehingga mereka terhibur untuk beberapa menit sampai akhirnya bosan dan dilepas,” kata dr Dolphin seperti ditulis Mirror.

Karena pada acara besar biasanya balon yang dibutuhkan sangat banyak, memesan balon kepada penjual balon gas memang dirasa lebih praktis. Bahkan mungkin bisa dikatakan murah meriah. Panitia tidak perlu repot-repot, tukang balon akan menyediakan balon sebanyak yang dipesan. Namun di balik itu semua sebenarnya ada yang mengintai. Gas yang disimpan di dalam tabung bisa saja menjadi bencana berupa ledakan jika tabungnya bocor dan berdekatan dengan api.

Selain berbahaya – karena mudah meledak di saat berdekatan dengan api – gas karbit juga termasuk bahan yang langka. Padahal, kalau kita mau aman sebenarnya bisa mengisi balon dengan gas agar bisa terbang, yakni dengan uap yang diciptakan dari soda kue (baking soda). Memang jadi lebih mahal, tetapi jauh lebih aman.

Karbit utamanya digunakan di bidang , yakni untuk pembuatan asetilen dan kalsium sianamida. Karbit juga digunakan untuk proses las karbit, mempercepat pematangan buah, dan mengisi gas untuk balon.

Pakar kimia organik dari Institut Bandung (ITB), Didin Mujahidin, mengatakan karbit adalah nama dagang dari kalsium karbida. Jika bereaksi dengan air karbit akan menghasilkan asetilen (bukan gas hidrogen). Gas asetilen bisa juga digunakan sebagai gas pengisi balon. Namun, kata Didin, asetilen mudah sekali terbakar sehingga  harus dijauhkan dari api.

Didin mengatakan bahwa hidrogen dapat diperoleh dari CaH2. Zat ini sangat reaktif, mahal dan tidak mungkin diaplikasikan mengisi balon. “Kalaupun mau membuat balon hidrogen, biasanya dibuat dengan mereaksikan aluminium dengan sodium hidroksida. Gas hidrogen dan asetilen lebih mudah terbakar jadi jauh lebih berbahaya untuk dijadikan balon bagi anak-anak,” katanya.

Sebenarnya ada cara membuat balon gas yang bisa mengudara tanpa membahayakan manusia, yakni dengan memanfaatkan baking soda (soda kue). Namun, ini perlu ketelatenan dan kalau dibanding dengan pesan balon kepada tukang balon karbit harganya akan lebih mahal.

Loading...