Selain Dividen, Transaksi Saham Juga Dikenai Tarif Pajak Penjualan 0,1 Persen

tarif, pajak, penjualan, saham, kewajiban, perpajakan, atas, perhitungan, keuntungan, dividen, luar negeri, perusahaan, atas, kepemilikan, contoh, transaksi, siapakah, pemotong, untuk, bukan, dan, pendiri, sekuritas, pph, go publicIlustrasi: pergerakan angka di bursa saham (sumber: okezone.com)

Otoritas Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu mengusulkan dihapuskannya dividen agar dapat meningkatkan minat masyarakat untuk masuk ke pasar saham. Sebagai informasi, ternyata beban yang dikenakan kepada para saham bukan hanya deviden, tetapi juga saham.

Pajak penjualan saham sendiri memunyai tarif sebesar 0,1%, jauh lebih rendah dari tarif pajak dividen yang mencapai 10%. “Tarif pajak 0,1% dari jumlah bruto nilai penjualan saham di BEI,” kata Didik Budi Waluyo, Konsultan Pajak DBW Tax Consulting, seperti dilansir Kontan.

Tarif pajak penjualan saham dinilai kecil apabila dibandingkan dengan tarif pajak dividen. Akan tetapi, pajak tersebut juga dapat memberatkan para investor, terutama untuk kalangan trader. Pasalnya, tarif tersebut dikenakan pada setiap jual saham. “Jadi, jika setahun investor melakukan penjualan saham sebanyak 100 kali, berarti tarif pajaknya bisa sampai 10%,” ungkap Teguh Hidayat, pengamat . Pajak tersebut juga tak memandang apakah investor mendapat laba atau rugi dari transaksi jual saham.

Menurut Didik, pajak tersebut bersifat final, yang mana investor tak perlu lagi membayar pajak ketika pelaporan SPT setiap tahun karena sudah dipotong pialang saham (broker) saat pelunasan transaksi saham. Investor perorangan atau wajib pajak (WP) pribadi hanya perlu melaporkan ke SPT. “Jika diminta saat penyampaian SPT, mereka cukup memperlihatkan bukti transaksi saja,” papar Didik.

Meski nilainya tak terlalu besar, keberadaan pajak dividen bagi sebagian pelaku usaha dinilai merupakan double taxation (pajak berganda), karena mereka menganggap dividen merupakan laba bersih yang telah dipotong pajak. “Tetapi, keduanya adalah hal berbeda karena yang dipotong adalah Pajak Penghasilan (PPh) Badan yang dikenakan ke . Sedangkan pajak dividen merupakan PPh yang dikenakan ke pemegang saham,” jelas Didik.

Berbeda denganpajak transaksi saham, pajak dividen dapat dihapuskan. Akan tetapi penghapusan pajak dividen dikhususkan untuk pemilik saham lebih dari 25% di sebuah perusahaan. Atau dengan kata lain, hanya dapat dinikmati investor institusi.

Loading...