Selain Dijual Online, Minyak Firdaus Juga Tersedia di Apotik dengan Harga Rp 68 Ribuan

Minyak Firdaus - obatpenumbuhbulu.comMinyak Firdaus - obatpenumbuhbulu.com

Kumis, jenggot, atau jambang selama ini dikenal sebagai tanda maskulinitas seorang pria. Pria yang berkumis atau berjenggot dianggap lebih dan terkadang menurut sebagian terlihat lebih menarik dibandingkan pria yang tak berkumis. Oleh sebab itu beberapa pria yang sulit menumbuhkan kumis atau jenggot biasanya menempuh banyak cara untuk memiliki kumis, salah satunya dengan menggunakan firdaus oil yang diklaim ampuh menumbuhkan kumis.

Minyak Firdaus memiliki komposisi berupa resorchinol, alfa naphtol, quinine hcl, allantoin, egg oil, oleum ricini, oleum olivarum, yang diklaim dapat merangsang pertumbuhan kumis, jenggot, jambang, dan bulu-bulu halus. Cara pemakaiannya pun cukup mudah, hanya perlu mengoleskannya secara merata pada bagian yang dikehendaki tumbuh rambut sebanyak 2 kali sehari secara rutin.

Harga minyak Firdaus di apotik pun cukup terjangkau. Sebagai , di K-24 menjual Firdaus Oil dengan harga sekitar Rp 68.107 per botol. Harga yang berlaku di tempat lain kemungkinan bisa berbeda-beda, tergantung dari yang ditawarkan.

Selain menggunakan bantuan minyak Firdaus, para pria juga bisa menumbuhkan kumis atau jenggotnya secara alami dengan cara beristirahat atau tidur yang cukup, konsumsi vitamin dan mineral, mengurangi stress, berhenti merokok, hingga mengonsumsi lebih banyak protein.

Bagi yang ingin menumbuhkan kumis atau jenggot pun tak perlu khawatir dengan risiko infeksi. Bahkan menurut terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Hospital Infection mengungkap bahwa jenggot yang dipelihara dengan baik justru dapat membuat bakteri yang ada di dalamnya lebih sedikit daripada pria yang tercukur rapi.

“Studi kami menunjukkan bahwa jenggot tidak meningkatkan risiko terjadinya kolonisasi bakteri ketika dibandingkan dengan subjek yang bercukur hingga habis. Subjek yang bercukur justru menunjukkan tingkat kolonisasi yang lebih tinggi untuk spesies bakteri tertentu,” kata peneliti seperti dilansir Medical Daily. Salah satu contoh bakteri berbahaya yang dimaksud adalah Methicillin-resistant Staphlyococcus aureus (MRSA) yang dikenal sulit diobati oleh antibiotik apabila sudah menginfeksi seseorang.

Loading...