Sektor Ritel Terpukul Kurs, Kenaikan Listrik, dan Gas

JAKARTA–Fluktuasi bahan bakar minyak () dan pelemahan nilai tukar rupiah yang diikuti kenaikan dasar (TDL) dan elpiji diprediksi memukul kalangan peritel karena turunnya daya beli masyarakat. Target bisnis ritel sebesar 30 persen pada tahun ini diprediksi sulit untuk dicapai.

“Penjualan pada tertekan cukup dalam karena pemilu. Tahun ini kami berharap bisa tumbuh 30 persen setelah tertekan pada tahun lalu. Tapi, dengan kondisi sekarang, agak berat untuk mencapai target itu,” kata Sekjen Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alfonsus Widjaja di Jakarta kemarin.

Menurut dia, setelah mengalami penurunan omzet pada tahun lalu, pengelola mal dan pusat perbelanjaan berharap bisa meningkatkan penjualan pada . “Ini dilakukan untuk menutup penurunan omzet yang terjadi pada tahun lalu. Tapi, dengan kondisi yang terjadi sekarang, sepertinya berat untuk mencapai target itu,” tuturnya.

kursAlfonsus berharap, memberikan kepastian dalam penetapan dan tidak dibiarkan fluktuatif dengan mengikuti tren harga dunia, seperti yang dilakukan sekarang. “Perubahan yang terlalu cepat pada harga BBM telah mengakibatkan ketidakpastian. Padahal, kepastian sangat penting bagi dunia usaha,” ujarnya. Terkait hal ini, Alfonsus berharap pemerintah tak lagi membiarkan harga BBM mengikuti tren dunia. (mna/c1/jay/jpnn)

Loading...