Sektor Keuangan, Presiden China Khawatir Alami Krisis Karena Korea Utara?

Presiden China Xi Jinping

Presiden China, Xi Jinping, dikabarkan bakal meningkatkan tindakan tegas terhadap kasus korupsi dan pelanggaran peraturan di sektor keuangan negaranya. Meski tergolong hal yang ‘biasa’, namun langkah Negeri Tirai Bambu ini dinilai sebagai cermin kekhawatiran Beijing tentang keuangan lainnya, yang mungkin disebabkan oleh kondisi darurat di Utara.

Nikkei dalam ulasannya menuliskan bahwa pencegahan risiko menjadi perhatian utama pada National Financial Work Conference yang baru saja diselenggarakan. Pertemuan dua kali dalam satu dekade tersebut menentukan arah kebijakan keuangan yang akan diambil dalam lima tahun ke depan. “Catat masalah lebih awal dan nyalakan alarmnya. Temukan akar mereka dan selesaikan pada tahap awal,” tandas Xi.

Menurut presiden, Partai Komunis yang berkuasa di China bermaksud untuk memperkuat kontrolnya terhadap sistem keuangan secara keseluruhan. Bahkan, partai tersebut telah terlibat dalam tindakan keras, dengan menculik Hong Kong, Xiao Jianhua, pada bulan Januari lalu dan dibawa ke daratan untuk diinterogasi.

“Xiao memiliki koneksi dengan banyak orang di eselon atas partai. Dia tahu rahasia tentang bagaimana partai ini mengelola uang mereka,” kata seorang sumber di sektor keuangan. “Dengan sumber sensitif yang begitu dekat, Xi memiliki kartu yang kuat untuk dimainkan melawan faksi-faksi partai yang bersaing di depan Kongres Nasional.”

Akhir-akhir ini, sektor keuangan memang menjadi salah satu penyumbang utama sektor pertumbuhan China. Sektor ini menyumbang delapan persen dari PDB pada tahun 2016, naik dari angka empat persen di tahun sebelumnya, sekaligus lebih tinggi dari angka yang setara di beberapa , seperti sumbangan manufaktur yang turun menjadi 33 persen untuk PDB AS di periode yang sama.

Tetapi, sementara kontrol politik tentu saja merupakan faktor dalam tindakan keras tersebut, Xi nampaknya juga mengkhawatirkan sesuatu yang lebih besar, yaitu mempersiapkan potensi krisis keuangan. “Keamanan finansial adalah keamanan nasional,” kata sang presiden kepada para pemimpin partai pada bulan April 2017 lalu.

Mengingat kekuatan China saat ini, faktor yang bisa mengakibatkan krisis kemungkinan besar datang dari luar negeri, sebuah keadaan darurat di Korea Utara, misalnya. Jika sebuah kontingensi militer di Semenanjung Korea akan membuat aset di Asia turun, sistem keuangan China yang rapuh dan overleveraged dapat merasakan rasa dampak negatifnya.

Seperti diketahui, setelah Xi bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump, pada bulan April lalu, ketegangan di wilayah tersebut kembali tumbuh. Pyongyang mengklaim telah berhasil meluncurkan rudal balistik antar-benua. Dan, seiring dengan situasi yang memanas, Presiden China mungkin akan berusaha untuk memastikan negara ini menghindar dari ‘luka bakar yang mendidih’.

Loading...