Sektor Jasa China Meningkat Pesat, Rupiah Ditutup Melambung 73 Poin

Sektor jasa yang meningkat paling pesat dalam 17 bulan terakhir berimbas terhadap pergerakan kurs di , termasuk rupiah. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda mampu menutup Kamis (5/1) ini dengan penguatan sebesar 73 poin atau 0,54% ke level Rp13.367 per dolar AS.

Rupiah langsung melesat sejak pembukaan dengan naik 73 poin atau 0,54% ke posisi Rp13.367 per dolar AS. Siang hari pukul 12.40 WIB, mata uang Garuda kembali menguat 120 poin atau 0,89% ke level Rp13.320 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.33 WIB, spot semakin nyaman di zona hijau usai melambung 86 poin atau 0,64% ke posisi Rp13.354 per dolar AS.

Siang tadi, Caixin China Serives PMI pada Desember 2016 menyentuh angka 53,4, sekaligus pertumbuhan sektor jasa China tercepat dalam 17 bulan terakhir. Survei swasta tersebut menunjukkan negara dengan kedua terbesar dunia itu memasuki tahun 2017 dengan momentum penguatan, yang menambah optimisme pencapaian pertumbuhan yang ditarget sebesar 6,5% hingga 7%.

Perusahaan yang disurvei mengatakan tantangan bisnis jasa adalah baku di saat persaingan makin kencang. “Ekonomi China lebih baik pada kuartal keempat dibandingkan tiga kuartal sebelumnya,” ujar Direktur Analisis Makroekonomi CEBM Group, Zhengsheng Zhong.

Di samping itu, pergerakan dolar AS yang cenderung fluktuatif menjelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS membuka peluang bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah, untuk bergerak menguat. “Trump dilantik tanggal 20 Januari, sehingga masih ada peluang penguatan sekitar dua minggu lagi,” kata Analis Recapital Sekuritas Indonesia.

Sementara itu, menetapkan kurs tengah siang tadi berada di posisi Rp13.370 per dolar AS, menguat 108 poin atau 0,8% dibandingkan perdagangan kemarin. Di saat yang sama, pergerakan mayoritas mata uang Asia juga kompak menguat terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia naik 0,20%, peso Filipina naik 0,21%, baht Thailand menguat 0,09%, dan dolar Singapura terapresiasi 0,08%.

Loading...