Sekolah Bisnis di Asia Alami Perkembangan yang Pesat

Sekolah Bisnis di Asia Alami Perkembangan yang Pesat

Singapura/Hong Kong – Ada begitu banyak yang mempengaruhi kenaikan ekonomi selama 2 dekade terakhir, mulai dari tingkat ekonomi, output , hingga jumlah turis dan penjualan mobil. Namun tak banyak yang mencermati bahwa kini muncul begitu banyak sekolah papan atas di Asia.

Berdasarkan survei yang dilakukan Financial Times, sekitar 11 sekolah bisnis Asia termasuk dalam 50 besar peringkat lulusan MBA (Master of Business Administration) berdasar pekerjaan dan penghasilan yang diperoleh. “Kami dapat menghubungkannya dengan pertumbuhan ekonomi dalam pengetahuan ekonomi secara keseluruhan seperti Singapura, Hong Kong, dan Korea Selatan, yang secara reguler dapat ditemukan di 20 besar indeks inovasi ,” ucap Mansoor Iqbal, editor MBA senior di sebuah konsultan pendidikan, Quacquarelli Symonds, seperti dilansir Nikkei.

Sekolah Asia dengan peringkat tertinggi dalam daftar tersebar dari seluruh dunia. Tiga sekolah dari India dan 3 sekolah Singapura berada di peringkat 50 besar, tak terkecuali dengan sekolah bisnis asal China. Sekolah bisnis di AS sendiri dinilai sempat mencapai puncaknya sebelum krisis global tahun 2008 lalu.

Sementara itu sistem pendidikan di sekolah bisnis Asia sudah banyak mengalami peralihan, dari yang sebelumnya mencontoh sistem yang diterapkan di sekolah bisnis Barat, kini mulai menerapkan yang sengaja dirancang secara unik sesuai dengan kondisi di negara itu sendiri. Beberapa sekolah terkemuka di China merancang kurikulum hybrid ‘East-meets-West’ yang berfokus pada studi kasus perusahaan-perusahaan di China dan Hong Kong.

Kurikulum di sekolah papan atas juga mulai memposisikan peran China sebagai pemimpin global dalam bidang teknologi finansial (financial technology/fintech) yang mencakup masalah peraturan dan kekayaan intelektual. Tak hanya itu, beberapa kampus juga mengajarkan materi tentang humaniora, termasuk Konfusianisme dan sejarah untuk memperluas pengetahuan siswanya.

Seluruh sekolah terkemuka menawarkan program gelar dalam Bahasa Inggris dan China. Biaya kuliahnya berkisar 400.000 yuan (USD 59.883) atau sekitar Rp 800 jutaan untuk MBA CEIBS atau CKGBS, sementara itu HKUST Business School menarik biaya pendidikan sebesar HKD 585.000 atau hampir Rp 1 miliar.

Menariknya, pencapaian sekolah-sekolah bisnis di China ini rupanya berhasil memikat perhatian -mahasiswa internasional untuk berkuliah di sana. Bahkan di CEIBS kini 40% mahasiswanya berasal dari luar China. Salah satu alasan mengapa belajar di salah satu sekolah bisnis unggulan China mulai diperhitungkan adalah kekuatan jaringannya.

Dari Indonesia sendiri, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) disebut-sebut berhasil meraih peringkat ke-39 sebagai salah satu sekolah bisnis terbaik dari 150 sekolah bisnis di Asia menurut lembaga survei Perancis, The Eduniversal Best Business School Ranking.

Meski banyak sekolah bisnis berkualitas di Asia, beberapa warga Asia tetap memiliki ketertarikan untuk melanjutkan studi ke sekolah bisnis di Barat karena ingin mempelajari budaya yang berbeda dan memungkinkan mereka untuk membangun jaringan bisnis di Barat.

Loading...