Sejumlah Sayuran Alami Kenaikan, Harga Jagung Manis Rp10 Ribu per Kg

Harga, jagung, manis, per, kg, kilogram, petani, penjual, pedagang, pasar, tradisional, biasa, naik, buncis, sayuran, durasi, menguntungkan, Idul Adha, stabil, kenaikan, pasokan, permintaan, Bali, Bandung, omzet, penjualan, panen, prospek, pelanggan, mahal, faktor, musim, kemarau,Jagung manis di ladang (sumber: Pinterest)

manis tampaknya sedang digandrungi para . Hal tersebut tentunya beralasan, selama ini tersebut cukup stabil apabila dibandingkan dengan jagung biasa.

Selain harganya menawan, para petani juga bisa memanen dengan durasi waktu yang lebih cepat. Dalam durasi waktu 75 hari, jagung manis bisa dipanen. Sebaliknya, untuk jagung biasa lebih lama lagi. Dibutuhkan waktu 3 sampai 4 bulan baru bisa dipanen. Dengan begitu, jagung manis lebih menguntungkan. “Jagung manis memang sedang bagus-bagusnya,’’ ungkap Sugeng, salah satu pedagang jagung manis.

Selama ini, banyak petani yang menanam jagung manis karena memiliki prospek yang bagus. Sebagai pengepul, selama ini dirinya mampu memasarkan jagung manis di wilayah Bali. Pasokan jagung manis untuk memenuhi permintaan di Bali cukup besar. Dikatakan dia, dalam sehari pengiriman jagung manis rata-rata 2 ton. “Kirim jagung ke Bali setiap hari,’’ jelasnya.

Awalnya harga jagung manis berkisar Rp5 ribu per kilogram, namun kini naik menjadi Rp10 ribu per kg. Hal ini diakui oleh salah satu pedagang di tradisional Kota Sukabumi. “Sebenarnya harga ada yang masih stabil, namun ada sejumlah yang mulai naik harganya,” ujar Henhen Suhendar, pedagang di kawasan eks Pasar Pelita, Kota Sukabumi, dilansir Radar Sukabumi. yang mengalami kenaikan terutama mentimun, jagung manis, dan buncis.

Henhen menjelaskan, mentimun yang biasanya ia beli ke petani dari daerah Bandung kisaran Rp5 ribu per kilogram, namun kini harga mentimun naik menjadi Rp14 ribu per kg. Hal ini membuat ia kesulitan untuk menjual kepada pelanggannya, lantaran jika harganya naik biasanya yang membeli pun berkurang drastis.

Sayuran lainnya yang mengalami kenaikan harga adalah jagung manis dan buncis. Awalnya, jagung manis harga belinya Rp5 ribu per kg, kini menjadi Rp10 ribu per kg. Sedangkan buncis dari yang semula Rp3 ribu-5 ribu per kg, sekarang naik menjadi Rp10 ribu-12 ribu per kg. “Jika menurut pelanggan terlalu mahal, terkadang saya jual saja dengan harga modalnya, dari pada tidak laku akhirnya pasti busuk, jadi saya jual walaupun tidak dapat untung,” tambahnya.

Sementara untuk jenis sayuran lain seperti bawang merah dan bawang putih harganya stabil. Harga bawang merah dijual seharga Rp32 ribu per kg dan bawang putih kisaran harga Rp31 ribu-32 ribu per kg. Selain itu, harga cabai merah juga stabil pada kisaran harga Rp25 ribu per kg.

Menurut Henhen, menjelang perayaan besar seperti Idul Adha, sayuran biasanya mengalami kenaikan harga. Kondisi ini disebabkan sejumlah faktor misalnya dipengaruhi musim kemarau yang berdampak kurangnya hasil panen para petani sayuran, dan bisa juga disebabkan banyaknya permintaan dari para pelanggan.

Pedagang sayuran lainnya, Hadi, berharap harga sayuran stabil lagi, tidak mengalami kenaikan harga terlalu besar meski menjelang hari raya kurban atau perayaan lainnya, dan pelanggannya juga lebih banyak lagi. “Jika mengalami kenaikan terus menerus omzet penjualan juga pasti turun,” paparnya.

Loading...