Sejalan dengan Yuan, Rupiah Diprediksi Bergerak Menguat Meski Anjlok di Babak Pembukaan

Jakarta masih tak berdaya memperbaiki posisinya pada pembukaan perdagangan pagi ini (20/1). Dikutip dari Indeks Bloomberg, Garuda pada Rabu pagi dibuka di level Rp 13.867,50 per . Tak berselang lama, Rupiah kembali ke level Rp 13.900/USD pada pukul 08.45 WIB akibat melemah sejauh 48,5 poin (0,35%).

Meski melemah, para analis yakin Rupiah bakal menguat pada perdagangan sepanjang hari ini. “Kemarin rupiah berada di 13.852, kami masih memperkirakan laju rupiah cenderung menguat terbatas di support 14.040 dan resisten 13.815. Tetap perhatikan sentimen yang ada,” ujar Reza Priyambada, Analis PT NH Korindo Securities Indonesia, dalam hasil risetnya yang dirilis pagi ini (20/1).

Setelah data Tiongkok dirilis, laju bergerak sangat variatif. Beberapa mata uang utama dunia juga sempat menguat seperti Dolar AS, Yen, , dan Poundsterling. Meski begitu, Reza menuturkan bahwa ada beberapa mata uang yang justru melemah.

“Pelaku pasar nampaknya merespons data ekonomi Tiongkok dengan sangat beragam,” ungkapnya.

Reza pun menambahkan, laju Rupiah selama ini selalu berbanding lurus dengan Yuan. Sentimen positif yang didapatkan oleh Yuan juga akan berimbas terhadap penguatan Rupiah.

“Tampaknya laju yuan selalu berbarengan dengan pergerakan rupiah. Jika yuan dan Tiongkok tenang, maka rupiah pun dapat terkena dampak angin segarnya. Di sisi lain, faktor eksternal dari Tiongkok terus membayangi keputusan para pelaku pasar,” jelas Reza.

Teruntuk pergerakan Rupiah, Reza menyarankan agar pelaku pasar tetap mewaspadai tren pelemahan akibat fluktuasi minyak.

“Tetap mewaspadai jika tren pelemahan kembali terjadi,” pungkasnya.

Loading...