Segmen Busana Muslim Mulai Menarik Rumah Busana Eropa Kelas Atas

Ketika di sebagian besar -negara diramaikan dengan penyusunan undang-undang yang melarang wanita untuk menyembunyikan wajahnya di balik burqa, desainer Italia terkenal Domenico Dolce dan Stefano Gabbana membuat koleksi terbatas jilbab dan Abaya. Berbagai reaksi muncul di laman resmi @stefanogabbana di Instagram. Walau koleksi itu belum resmi diluncurkan, sudah banyak yang menanti kehadirannya.

Sebagian besar, koleksi dibuat dengan warna netral, luxe-black, dan warna krem-pasir. Koleksi itu terbuat dari sutra Italia berenda, dengan potongan lurus sehingga tak terlalu mengekspos lekuk tubuh wanita.

Sebelumnya, brand D&G sudah cukup dikenal di semenanjung Arabia melalui produk-produk kosmetiknya. Uni Emirat Arab merupakan outlet yang penting untuk produk-produk mereka.

Segmen kelas atas telah meledak dalam beberapa tahun terakhir di Timur Tengah, dan merek-merek besar bersaing untuk menarik klien. “Aku benar-benar terpesona dengan Timur Tengah dan kami baru saja menyelesaikan koleksi Pret-a-porter dari abaya dan sheylas” kata Stefano Gabbana (22/07).

September lampau, fesyen outlet terbesar kedua di dunia, H&M juga menampilkan model pertamanya, Mariah Idrissi. Hennes & Mauritz AB merupakan perusahaan multinasional yang yang berbasis di Stockholm, Swedia.

Seorang blogger dalam blog MuslimGirl memberikan tanggapannya. “Dengan cara yang sederhana dan tenang ia membuat orang lain melihat perempuan Muslim tanpa takut dan risih”, ungkapnya. Blogger itu berharap hal demikian akan menumbuhkan ingin tahu yang sehat orang Barat terhadap . [yap]

Loading...