Sedang Bertikai, Pasokan Minyak Arab Saudi ke Kanada Aman

Pasokan Minyak Arab Saudi - finansial.klikpositif.comPasokan Minyak Arab Saudi - finansial.klikpositif.com

Pertikaian yang terus meruncing antara negaranya dan Kanada terkait masalah HAM dijamin tidak akan memengaruhi pasokan mentah ke tersebut, demikian bunyi rilis Arab Saudi baru-baru ini. Eksportir terbesar di dunia itu memiliki ‘kebijakan yang kuat dan tahan lama’ bahwa pasokan tidak dipengaruhi oleh pertimbangan politik.

“Pasokan minyak Arab Saudi ke Kanada tidak akan terpengaruh oleh perselisihan antara kedua negara,” tutur Mengeri Energi Kerajaan Arab Saudi, Khalid al Falih, pada Kamis (9/8) kemarin, dilansir TRT World. “Krisis diplomatik antara Arab Saudi dan Kanada yang terjadi saat ini tidak akan, dengan cara apa pun, berdampak pada Aramco di Kanada.”

Sebelumnya, Arab Saudi marah ketika Kanada meminta mereka untuk membebaskan aktivis HAM, termasuk Samar Badawi, aktivis HAM Saudi-AS. Negara kerajaan ini bahkan mengusir duta besar Kanada pada hari Minggu (5/8) lalu, memblokir gandum asal Kanada, serta mengakhiri dan medis yang didukung negara di Kanada.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al Jubeir, pada hari Rabu (8/8) kemarin mengesampingkan upaya mediasi dan meminta Ottawa untuk ‘memperbaiki kesalahan besar’ mereka. Ia mengatakan kerajaan sedang mempertimbangkan untuk menerapkan lebih banyak langkah untuk menyingkirkan kemungkinan pihak ketiga menjadi penengah guna memperbaiki hubungan kedua negara.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengatakan bahwa ia akan terus menekan Arab Saudi untuk kebebasan sipil. Meski demikian, ia juga mengatakan negara Teluk Arab itu telah membuat beberapa kemajuan dalam hal HAM. “Pembicaraan diplomatik terus berlanjut. Kami tidak ingin memiliki hubungan yang buruk dengan Arab Saudi. Ini adalah negara yang sangat penting di dunia, yang membuat kemajuan di bidang HAM,” kata Trudeau.

Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir telah menahan beberapa aktivis hak-hak perempuan, beberapa di antaranya sebelumnya berkampanye untuk hak mengendarai dan mengakhiri sistem perwalian laki-laki kerajaan. Sejak naik ke tampuk kekuasaan di tahun 2015, Putra Mahkota Mohammed bin Salman juga mendesak sekutu Barat untuk mendukung rencana memodernisasi kerajaan, menawarkan miliaran dolar AS penjualan persenjataan dan berjanji untuk memerangi radikalisme di kerajaan.

Bin Salman telah meluncurkan kampanye perubahan sosial dan ekonomi, tetapi belum meredakan larangan total monarki absolut terhadap aktivisme politik. Dia telah mengambil sikap yang lebih agresif terhadap musuh bebuyutan Iran, memulai perang tiga tahun di Yaman, dan memimpin boikot terhadap sesama negara Teluk Arab, Qatar.

Loading...