Sebulan Pasca-Gempa, Lombok Masih Sepi Turis Asing

Pantai Pink Lombok - www.lomboktourplus.comPantai Pink Lombok - www.lomboktourplus.com

JAKARTA – Selain Bali, Lombok merupakan salah satu ujung tombak pariwisata Indonesia untuk menggaet lebih banyak . Sayangnya, serangkaian gempa bumi kuat yang terjadi akhir-akhir ini telah membuat pulau tersebut ‘ditinggalkan’ asing. Bahkan, sebulan setelah gempa, jalan-jalan daerah Senggigi masih tampak sepi dari asal Barat.

Dilansir , pasir putih Lombok dan Rinjani, sebuah berapi dengan danau kaldera laut biru, telah menarik 3 juta pengunjung dan internasional setiap tahun. Agustus biasanya menjadi yang tinggi untuk pariwisata. Tetapi, tahun 2018 ini, kata seorang manajer di sebuah hotel lokal, kamar tamu yang ditempati tidak sampai 40 persen.

Gempa berkekuatan 6,4 SR telah mengguncang pulau itu pada 29 Juli lalu, diikuti dua gempa berkekuatan 6,9 SR pada 5 dan 19 Agustus. Menurut Kementerian Sosial, lebih dari 70.000 hancur sebagian atau seluruhnya, terutama di Lombok utara dan timur. Pada akhir Agustus, 563 kematian telah dilaporkan, sedangkan 410.000 orang atau lebih dari 10 persen dari populasi, masih tinggal di pusat-pusat evakuasi. Pemerintah menggunakan dana negara untuk mendukung rekonstruksi pulau. Tetapi, di bagian utara Lombok, kekurangan alat berat membuat usaha penghapusan puing-puing masih belum tuntas.

Sebelumnya, pemerintahan Joko Widodo telah menjadikan manufaktur dan pariwisata sebagai dua prioritas inisiatif untuk mempercepat pertumbuhan di ekonomi terbesar Asia Tenggara. Pariwisata dilihat sebagai cara untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di antara berbagai daerah di negara kepulauan yang tersebar luas, sekaligus meningkatkan lapangan kerja.

Pada Maret lalu, Presiden Jokowi sempat mengatakan bahwa pemerintahannya berencana untuk mengembangkan ’10 New Balis’, yang berarti tujuan yang indah tetapi kurang dikenal. Dirinya berharap Balis baru ini akan menarik investor ke Belitung, Labuan Bajo, dan Borobudur. Ia pun sempat menyinggung promosi pariwisata dalam pidato tahunannya di DPR pada 16 Agustus kemarin.

Tetapi, bencana alam telah menjadi tantangan. Letusan gunung berapi Gunung Agung pada November tahun lalu menyebabkan penurunan tajam dalam pengunjung dari China dan negara lain ke Bali. Sementara, pada bulan Mei, letusan Gunung Merapi menyebabkan penutupan bandara di Yogyakarta, dekat situs Warisan Dunia Candi Borobudur.

Loading...