Sebaiknya Rutin Dilakukan, Biaya Periksa Mata di Puskesmas Bisa Gratis Jika Pakai Kartu BPJS

biaya, periksa, mata, di, puskesmas, konsultasi, gratis, bpjs, pendaftaran, tahun, 2018, terjangkau, rumah, sakit, dokter, spesialis, mahal, alternatif, kartu, JKN, jaminan, kesehatan, nasionalIlustrasi: pemeriksaan dokter mata

periksa dan cukup bervariasi, tergantung dari bentuk tes yang dilakukan, yang memeriksa, dan rumah sakit yang menyelenggarakannya. pemeriksaan dan konsultasi mata di rumah sakit swasta di Indonesia dimulai dari Rp 100.000 hingga lebih dari Rp 2.200.000.

Pemeriksaan dan konsultasi mata berperan penting untuk mengetahui adanya gangguan pada mata sejak dini. Sehingga, apabila terindikasi memiliki penyakit mata, dapat segera ditangani.

Periksa mata sebaiknya dilakukan apabila Anda merasakan ada keluhan mata merah dan nyeri, pandangan kabur, penglihatan ganda, mata sensitif terhadap cahaya, serta muncul floaters atau kilatan cahaya. Mata juga sebaiknya rutin diperiksakan walaupun tidak ada keluhan.

Apabila pemeriksaan mata di rumah sakit dinilai tarifnya terlalu mahal, Anda punya alternatif lain yaitu di . Di situ, Anda bahkan bisa gratis jika memakai kartu . Namun, Anda mungkin akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 untuk pendaftaran. Untuk pemeriksaan lainnya, secara keseluruhan, bisa dikatakan terjangkau.

Sementara itu, biaya berobat gratis di puskesmas bagi warga Sumedang dihapus tahun 2018. Bagi warga Sumedang yang berobat ke puskesmas dan tidak memiliki jaminan kesehatan nasional (JKN), harus membayar Rp 10 ribu dalam setiap kali sekali kunjungan.
Biaya berobat ke puskesmas ini dikenakan ke pasien saat mendaftar berobat di 35 puskesmas yang tersebar di Sumedang.

“Mulai 1 Januari 2018, pasien yang berobat ke puskesmas dan bukan peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) atau non Jamkesda dikenakan tarif Rp 10 ribu per kunjungan,” kata Retno Ernawati, Kepala Dinas Kesehatan.

Ia menyebutkan untuk tahun 2018, Dinkes Sumedang sudah tidak lagi menerima alokasi anggaran dari APBD Sumedang untuk penunjang pembebasan biaya kesehatan. “Tahun 2018, Dinkes sudah tak menerima lagi anggaran dari APBD untuk penunjang bebas biaya,” kata Retno.

Saat ini, semua puskesmas yang ada di Sumedang sudah menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). Puskesmas sudah menjadi BLUD dan bisa menarik biaya pendaftaran kepada pasien yang besarnya Rp 10 ribu sekali kunjungan. Puskesmas menjadi BLUD ditetapkan oleh peraturan bupati.

Menurut Retno, dengan puskesmas menjadi BLUD maka pengelolaan keuangan sepenuhnya berada di puskesmas. “Biaya pendaftaran pasien saat berobat dikelola langsung oleh puskesmas karena sudah menjadi BLUD. Biaya Rp 10 ribu itu tidak melebihi tarif yang ditentukan dalam peraturan daerah,” katanya.

Kepala Dinkes meminta masyarakat Sumedang yang belum menjadi peserta JKN supaya mendaftar dan memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). “Dinkes mendorong warga Sumedang yang belum memiliki kepesertaan JKN untuk mendaftar menjadi peserta JKN dan memiliki KIS sehingga biaya kesehatan dijamin,” tutup Retno.

Loading...