Sebagai Syarat Wajib Pengemudi Taksi Online, Uber Akan Memfasilitasi Biaya Uji KIR

biaya, uji, kir, uber, pengemudi, mitra, online, taksi, menteri, perhubungan, fasilitas, koperasi, administrasi, syarat, ketentuan, aktif, melakukan, pendaftaran, kendaraan, retribusi, bank, laik, jalan, Indonesia, totalUber (bgr.com)

Provider aplikasi daring, Uber Indonesia mendorong mitra pengemudinya untuk melakukan uji kir. Pihak penyedia online tersebut mengklaim akan memfasilitasi mitranya dalam pemeriksaan kendaraan.

Uji kir sendiri adalah serangkaian kegiatan untuk menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian , kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan laik jalan.

“Pada Minggu, 5 November 2017, 100 unit kendaraan mitra pengemudi Uber menjalani uji kir di Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor Pulogadung. Dukungan (fasilitas) diberikan melalui koperasi, antara lain berupa menangani uji KIR dan mengalokasikan sumber daya manusia untuk membantu proses administrasi,” kata Head of Public Policy and Goverment Uber Indonesia, John Colombo.

Uji kir tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Peraturan tersebut mewajibkan kepada taksi daring untuk melakukan uji kir. Pemerintah memberikan tenggat waktu hingga 3 bulan ke depan sejak 1 November tahun lalu. Seperti yang dikatakan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. “Kami akan memberikan batas waktu maksimal tiga bulan. Kami lihat mungkin SIM dan KIR, kami kaji lebih dulu paling lama tiga bulan,” ungkapnya.

Saat ia melakukan tinjauan di Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Pulo Gadung, Jakarta. Dirinya mengapresiasi kinerja Pemprov DKI Jakarta yang memfasilitasi uji KIR.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan DKI dengan satu peralatan yang baik, canggih, bahkan hari Minggu pun masuk dan mengapresiasi kemarin saya diajak Uber ke sini,” kata Budi Karya.

Sementara itu, Head of Public Policy and Government Affairs Uber Indonesia, John Colombo mengatakan pihaknya terus merangkul mitra yang tergabung dalam unit usaha berbadan hukum agar mau melakukan uji kir, meski tanpa pemberitahuan di aplikasi.

Ia tidak merinci secara jelas, mitranya yang telah menjalani uji kir. Namun, menurutnya, prinsipnya adalah Uber berkomitmen untuk bekerja sama dengan koperasi mitra . Apalagi, tujuan dari uji kir sejalan dengan prinsip Uber. Yaitu, menjamin performa kendaraan dengan pengujian fisik secara berkala yang berdampak pada pelayanan.

“Keamanan dan keselamatan merupakan elemen penting yang senantiasa kami berikan kepada para ketika mereka berada dalam perjalanan bersama Uber,” kata John.

Menyinggung mengenai biaya uji kir, berdasarkan situs resmi (uber.com), pihak Uber membebaskan biaya uji KIR kendaraan yang dimiliki oleh mitra pengemudi. Setiap pengemudi Uber, ada syarat dan ketentuan, di antaranya aktif sebagai partners Uber, dan melakukan pendaftaran ke outlet Kemayoran KJTUB (Rusun Cover Kemayoran 3B no 104).

Sementara itu, sebagai informasi biaya uji kir, menurut informasi PKB Pulogadung, setelah mendaftar, pemilik mobil diharuskan membayar biaya retribusi. Khusus taksi online, biaya restribusi dipatok Rp 87.000 dengan biaya administrasi bank sebesar Rp 5.000. Sehingga, total yang harus dibayarkan pengemudi taksi online sebesar Rp 92.000.

Loading...