Sasar Umat Muslim, Bukalapak Jual Produk Halal Indonesia ke Timur Tengah

Bukalapak Jual Produk ke Timur Tengah - www.viva.co.idBukalapak Jual Produk ke Timur Tengah - www.viva.co.id

SINGAPURA/JAKARTA – Platform e-commerce asal Indonesia, Bukalapak, dikabarkan sedang menargetkan untuk menjual halal buatan Indonesia bagi yang tinggal di Timur Tengah. Ekspansi perusahaan ke kawasan tersebut diharapkan bisa ‘dimulai secepatnya’ dan fokus pertama mereka adalah negara-negara seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

“Jika kami hanya menjual produk umum, maka mungkin orang hanya akan membeli dari Amazon atau Alibaba. Jadi, kami ingin menyediakan produk yang berbeda,” ujar salah satu pendiri dan Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid, dilansir Nikkei Asian Review. “Kami memutuskan untuk bergerak lebih awal sebagai tanggapan meningkatnya permintaan global untuk produk-produk Muslim dengan membawa barang-barang yang diproduksi oleh usaha kecil dan menengah Indonesia ke pasar global.”

Ekspansi lintas batas Bukalapak sejalan dengan inisiatif Presiden Indonesia, Joko Widodo, untuk mengekspor lebih banyak produk Indonesia. Rasyid sendiri mengaku bahwa terpilihnya kembali Joko Widodo sebagai presiden baru-baru ini juga merupakan langkah yang baik untuk Bukalapak karena mereka sudah memiliki ‘hubungan yang baik’ dengan banyak menteri di kabinet Jokowi.

“Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan kepada saya bahwa ‘jika Anda ingin peluncuran di negara mana saja, beri tahu saya. Kami akan memberi tahu kedutaan di sana agar kami dapat membantu Anda’,” tambah Rasyid. “Jelas, susunan para menteri nantinya dapat berubah, tetapi semoga beberapa menteri tetap ada karena kami sudah memiliki hubungan yang baik dengan beberapa dari mereka.”

Namun, ekspansi lintas batas Bukalapak juga tidak akan terlepas dari tantangan. Menjual produk lokal di pasar lain dapat menghasilkan yang lebih tinggi karena bea cukai dan pengiriman. Selain itu, produk Indonesia mungkin juga tidak cukup kompetitif untuk meyakinkan konsumen luar negeri untuk melakukan pembelian.

Sementara, di pasaran dalam negeri, persaingan e-commerce Indonesia juga semakin ketat, dengan platform lain seperti raksasa Tokopedia yang tumbuh pesat dan Lazada, yang berbasis di Singapura, yang banyak berinvestasi untuk mengakuisisi pedagang dan pelanggan baru. Bukalapak sendiri tetap menjadikan pasar Indonesia sebagai sumber pendapatan utama meski fokus ekspansi ke luar negeri. “Kami tidak mengalihkan fokus dari Indonesia,” sambung Rasyid.

Umat Muslim saat ini berperingkat sebagai populasi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan total populasi Muslim akan mencapai 3 miliar pada tahun 2060, sekaligus memberikan peluang besar bagi bisnis yang terkait dengan . Sementara bisnis yang berfokus pada Muslim biasanya berkutat pada sektor keuangan, dengan lembaga keuangan lokal dan internasional menawarkan produk-produk seperti obligasi , peningkatan e-commerce diatur untuk mendorong ekspansi Islam.

Menurut laporan terbaru State of the Global Islamic Economy oleh Thomson Reuters, ekonomi Islam dunia diperkirakan akan tumbuh menjadi lebih dari 3 triliun dolar AS pada tahun 2023. Makanan dan mode saat ini merupakan sektor utama ekonomi Islam, dengan pasar untuk makanan halal siap berkembang dari 1,3 triliun dolar AS pada tahun 2017 menjadi 1,8 triliun dolar AS pada tahun 2023, sedangkan pasar pakaian diperkirakan akan tumbuh dari 270 miliar dolar AS menjadi 361 miliar dolar AS.

Loading...