Sasar Segmen Bisnis, Penghasilan Driver Deliveree per Bulan Cukup Menguntungkan

Aktivitas driver Deliveree (sumber: deliveree.com)Aktivitas driver Deliveree (sumber: deliveree.com)

berbasis online di Indonesia semakin banyak macamnya. Bukan hanya didominasi untuk pengantaran penumpang atau saja, pengantaran barang untuk keperluan niaga atau bisnis rupanya cukup dibutuhkan oleh masyarakat di Tanah Air. Hal ini terlihat dari kehadiran jasa logistik online Deliveree yang telah bermitra lebih dari 5.000 pengemudi di Jabodetabek. Banyak orang tertarik menjadi pengemudi karena Deliveree kabarnya relatif menguntungkan.

Meski peminat banyak, Deliveree mengaku hanya menerima sekitar 30% dari total pengemudi yang mendaftar. Terlebih karena Deliveree menetapkan standar yang ketat, bahwa setiap pengemudi wajib mengikuti pelatihan yang mencakup standar pelayanan untuk pelanggan, keahlian problem solving, dan wajib ikut tes tertulis dengan syarat kelulusan minimal 80%. Hal ini dilakukan Deliveree demi menyaring pengemudi terbaik untuk melayani para pelanggan.

“Kami berusaha membantu bisnis di Indonesia dengan mendengarkan kebutuhan dan kendala yang dihadapi. Salah satu solusi yang dibutuhkan adalah peluncuran CDE (colt diesel engkel) ini,” kata Tom Kim, CEO Deliveree Group’s International di Jakarta beberapa waktu lalu, seperti dilansir Liputan6.

Pilihan armada yang bisa digunakan oleh calon driver Deliveree ada bermacam-macam, mulai dari tronton box, fuso berat, fuso ringan, engkel box atau engkel bak, pickup, van, hingga ekonomi. Untuk daftar sebagai driver, calon pendaftar harus memenuhi sejumlah persyaratan seperti memiliki smartphone dan , Surat Izin Mengemudi (SIM), Kartu Identitas (KTP), SKCK, jaminan (ijazah, BPKB, KK, Akta Kelahiran), dan deposit tunai.

Di website Deliveree pun menyediakan fitur kalkulator pendapatan, di mana calon driver bisa memperkirakan berapa penghasilan yang mungkin diperoleh dari menjalankan armadanya. Sebagai contoh, untuk area Jabodetabek dengan armada pickup kecil dengan 10 booking per bulan maka driver akan memperoleh penghasilan bersih sekitar Rp2.296.660 setelah dikurangi komisi untuk Deliveree. Jika semakin banyak order yang diterima, maka penghasilan yang didapat akan semakin besar pula.

Sementara itu, Nattapak Atichartakarn, Senior Manager Deliveree mengungkapkan bahwa startup asal Thailand ini berkomitmen untuk membantu para pebisnis agar lebih efisien dengan harga yang lebih rendah. Lebih dari itu, aplikasi mobile ini juga tak ingin memberi banyak subsidi. “Kami ingin menciptakan marketplace di mana kami me-manage senyata mungkin dengan ekonomi . Karena ketika subsidi dihapuskan transaksi bisa saja juga menghilang,” ujarnya.

Loading...