Sasar Pasar Asia, Pendapatan Axiata Group Malaysia Naik Dua Digit

Perusahaan telekomunikasi asal Malaysia, Axiata Group, saat ini lebih mengorientasikan pasar mereka ke beberapa lainnya untuk meningkatkan pendapatan. Strategi ini pun membuahkan hasil ketika penjualan di Kamboja, Sri Lanka, dan -negara lain naik dua digit dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Sebelumnya, dengan Malaysia yang hanya sekitar 30 juta orang, membuat pasar mendekati titik rendah. Penjualan Axiata pun merosot 5% di tahun yang berakhir Desember 2015. Karena itu, perusahaan pun melakukan reorientasi strategi pertumbuhan ke pasar luar negeri, termasuk , Bangladesh, dan Nepal.

Saat ini, basis Axiata pun sudah mencapai 274 juta orang, atau sekitar tujuh kali lipat dibandingkan akhir tahun 2007 lalu. Angka ini pun menempatkan Axiata sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Asia Tenggara, di belakang Telecommunications. “Sekarang, era baru telah tiba,” kata CEO Axiata Group, Jamaludin Ibrahim.

Axiata sendiri didirikan pada tahun 1992 sebagai anak perusahaan Telekom Malaysia. Selain telepon seluler dan data mobile, perusahaan ini juga menangani operasi hulu, seperti membangun dan memelihara menara dasar.

Dengan Asia Tenggara yang belakangan melambat, Axiata pun mencari peluang di negara-negara Asia lainnya. Pada pertengahan Juli lalu, perusahaan tersebut juga mengumumkan telah membuat divisi regional untuk wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Loading...