Santri Baru Wajib Bisa Baca Alquran, Biaya Pesantren Bin Baz Yogya Sekitar Rp 15 Jutaan

biaya, pesantren, bin, baz, islamic, centre, yogya, yogyakarta, putra, ajaran, tahun, 2018/2019, pendaftaran, icbb, alamat, medan, uang, pangkal, SPP, per, bulan, cicilan, semester, 1, bisa, baca, al quran, lancar, ponpes, pondokSantri sedang belajar mengaji Alquran

Di daerah Piyungan, Bantul, Yogya terdapat Pondok Pesantren (ponpes) yang bernama Ponpes Islamic Centre (ICBB) Bin Baz. Berada di bawah Yayasan Majelis At Turots Al Islamy , ICBB membuka formal SMP dan SMA. Untuk tahun ajaran 2018/2019, dibuka penerimaan santri baru.

Persyaratan bagi santri baru antara lain sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter, bisa membaca Al Quran dengan lancar (tidak menerima santri yang baru bisa membaca Iqra), bersedia mengikuti wajib khidmat selama 1 tahun, menyerahkan berkas-berkas, dan lainnya.

Setiap santri yang diterima, terdapat beberapa yang harus dibayarkan. -biayanya antara lain sebesar Rp 300 ribu, uang pangkal sebesar Rp 14 juta, dan SPP per bulan sebesar Rp 900 ribu. Jika ditotal, biayanya sekitar Rp 15,2 jutaan. Untuk uang pangkal, dapat dicicil hingga 3 kali sampai akhir I dengan cicilan awal Rp 5 juta.

Jadwal penerimaan santri baru dimulai dari tanggal 28 Oktober 2017 hingga 20 Mei 2018. Anda bisa mendatangi Ponpes ICBB 1 Putra, yang alamatnya ada di Jl. Wonosari KM 10, Karanggayam, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Untuk info selanjutnya Anda bisa mengunjungi binbaz.or.id

Selain di Yogya, Ponpes Islamic Center Binbaz juga terdapat di Kota Medan. Biaya pendaftaran/pendidikan/daftar ulang terdiri dari beberapa biaya. Untuk tingkat MTs/MA, biayanya sebesar Rp 9,9 jutaan, sedangkan untuk tingkat MTzQ sebesar Rp 6 jutaan.

Untuk berita ICBB, berdasarkan situs binbaz.or.id, berita terbaru adalah mengenai pembekalan santri baru 2018/2019. Selain itu, beritanya diwarnai dengan kegiatan yang bersifat seperti pembangunan masjid, diadakannya kajian Islami, dan lainnya.

Di Yogya, Ponpes Bin Baz sempat membuat warga melakukan penolakan terhadap perluasan pembangunan Islamic Center Bin Baz (ICBB) di wilayah Piyungan, Bantul. Warga sekitar menilai keberadaan ICBB tidak memberikan dampak peningkatan ekonomi seperti yang dijanjikan.

Muchlas Aji Setyawan, Wakil Ketua Karang Taruna Dusun Karangploso mengatakan bahwa pembangunan ICBB selama ini tidak melalui sosialisasi dengan warga sekitar. Pihak ponpes dinilai cenderung menggunakan cara membeli tanah secara perorangan, kemudian tanah yang dibeli langsung didirikan bangunan.

“Sosialisasi warga tidak pernah. Kami tidak pernah diundang tetapi justru kepala dukuh yang keliling meminta tanda tangan persetujuan pembangunan tersebut,” ujar Muchlas.

Awalnya, ICBB membangun sebuah pondok di daerah Dusun Karanggayam, dan sejak tahun 2007 mulai membangun institusi pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) hingga Perguruan Tinggi (PT).

Menurut warga sekitar, ICBB dianggap kurang memerhatikan lingkungan, salah satu contohnya adalah membuang air limbah langsung ke saluran irigasi tersier milik petani. Selain itu juga tidak adanya penampungan sampah secara tersendiri.

Menurut Kepala Dukuh Karangploso, Sukahar, mengakui adanya sejumlah warga dusunnya yang menolak perluasan pembangunan. Dari sekitar 210 Kepala Keluarga (KK), 30 persen melakukan penolakan.

Namun, Sukahar mengaku netral dan siap menjembatani antara warga dengan pihak ponpes. “Silakan menolak, itu hak mereka. Yang jelas kami siap diajak berkomunikasi,” jelasnya.

Loading...