Saldo di Bawah Minimal? Nasabah BNI Taplus Harus Siap Kena Denda Rp 5.000!

Buku Tabungan BNI Taplus Bisnis - www.infoperbankan.com

Setiap yang beroperasi di Indonesia memiliki ketentuan masing-masing yang mengatur para nasabahnya, terutama berkaitan dengan setoran awal, bunga per bulan, serta saldo minimal yang mengendap atau tertahan di rekening. Besaran saldo yang mengendap biasanya ditentukan dari rekening yang dibuka oleh .

Sebagai contoh, Bank Indonesia () menawarkan beberapa simpanan, yakni BNI Taplus, Taplus Bisnis, Tappa, Taplus Muda, hingga Taplus . Adapun untuk BNI Taplus setoran awalnya Rp 500 ribu (Jabodetabek) atau Rp 250 ribu (non Jabodetabek) dan saldo minimal yang tertahan adalah Rp 150 ribu. Jika saldo di bawah minimum, maka nasabah akan dikenai denda sebesar Rp 5.000.

Lain lagi dengan tabungan BNI Taplus Muda. Karena produk tabungan ini diperuntukkan bagi kalangan anak muda seperti , maka setoran awalnya cukup rendah, hanya Rp 100 ribu namun saldo yang mengendap adalah Rp 50 ribu dengan biaya rekening Rp 5.000 per bulannya.

Lantas mengapa sebenarnya saldo yang ditabung di bank harus ada yang ditahan? Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuturkan bahwa penerapan saldo minimal yang tertahan itu murni kebijakan dari tiap bank. Pasalnya OJK sebagai badan pengawas lembaga keuangan tidak turut mengatur besarnya saldo tertahan.

“Ini masalah kebijakan masing-masing bank. Kami enggak atur itu. Tapi yang pasti, saldo ditahan memang untuk menutupi overhead cost bank dalam mengelola deposan,” jelas Heru Kristiana, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, seperti dilansir Tirto.

Lebih lanjut Heru memaparkan, overhead cost merupakan biaya operasional yang bersifat rutin, selain biaya bunga. Misalnya saja biaya umum dan administrasi, tenaga kerja, biaya sewa, biaya penyusutan aset dan peralatan kantor, termasuk biaya cetak buku tabungan dan sebagainya. Oleh sebab itu setiap bank bisa menetapkan saldo minimal yang berbeda-beda, tergantung cara mereka meningkatkan daya saing produk.

Menurut Heru, salah satu langkah meningkatkan daya saing adalah dengan mengembangkan produk berbasis teknologi . “Dengan teknologi , semua biaya bisa diminimalisir, bahkan bisa gratis, karena beberapa biaya kegiatan seperti cetak buku tabungan, promosi dan lain-lain bisa dikurangi atau dihilangkan,” jelas Heru.

Loading...