Salahgunakan Pasar, Jerman Batasi Pengumpulan Data Facebook

Data Facebook - www.benarnews.orgData Facebook - www.benarnews.org

BONN – Federal Cartel Office, pengawas antimonopoli Jerman, baru-baru ini mengeluarkan kebijakan untuk membatasi pengumpulan oleh . milik Mark Zuckerberg tersebut hanya akan dapat menggunakan data dari berbagai program dan non-Facebook yang dimilikinya, seperti WhatsApp dan Instagram, dengan persetujuan pengguna secara eksplisit.

Dilansir Deutsche Welle, keputusan yang dibuat pada Kamis (7/2) waktu setempat karena raksasa dinilai telah menyalahgunakan pasarnya. Saat ini, Facebook memang menggabungkan banyak informasi yang diperolehnya dari pengguna di berbagai platform yang mereka miliki. “Facebook tidak akan lagi diizinkan untuk memaksa para pengguna untuk menyetujui pengumpulan data yang tidak dibatasi dan menyetorkan data non-Facebook ke akun Facebook mereka,” ujar Andreas Mundt, presiden pengawas antimonopoli.

WhatsApp dan Instagram masih dapat mengumpulkan data dari pengguna, namun menggabungkan informasi ini dengan data di Facebook hanya akan diizinkan jika pengguna itu memberikan persetujuannya. Facebook juga hanya dapat mengumpulkan data dari situs web pihak ketiga, seperti antarmuka yang memiliki tombol ‘Like’ atau ‘Share’, dengan izin pengguna. Jika persetujuan tidak diberikan, Facebook hanya dapat mengumpulkan data hingga batas yang sangat terbatas.

Jika gagal mematuhi peraturan, Facebook dapat menghadapi denda hingga 10 persen dari pendapatan global tahunannya, yang tumbuh sebesar 37 persen menjadi 55,8 miliar AS pada tahun 2018. Badan pengawas sendiri mengatakan bahwa Facebook mendominasi pasar Jerman untuk jejaring sosial dengan 23 juta pengguna setiap hari, atau 95 persen dari pasar.

Di sisi lain, Federal Cartel Office tidak menganggap Snapchat, YouTube, Twitter, LinkedIn, atau Xing sebagai pesaing Facebook. Mereka mengatakan, -layanan tersebut ‘hanya menawarkan jejaring sosial’. Otoritas setempat mengklaim bahwa bahkan jika -layanan ini dimasukkan, Facebook, dengan Instagram dan WhatsApp, masih akan tetap mendominasi pasar.

Meski demikian, putusan tersebut belum memiliki kekuatan hukum, dan Facebook memiliki waktu satu bulan untuk mengajukan banding. Perusahaan sendiri mengatakan bahwa Federal Cartel Office meremehkan persaingan sengit yang mereka hadapi di Jerman, salah menafsirkan kepatuhan, dan mengancam mekanisme yang disediakan undang-undang Eropa untuk memastikan standar perlindungan data yang konsisten di seluruh Uni Eropa.

Loading...