Saham Perbankan Anjlok Parah, Rupiah Ditutup minus 44 poin

Jakarta Garuda ditutup 44 poin di level Rp 13.159/ pada akhir Rabu sore (13/4). Pelemahan Rupiah bersamaan dengan mayoritas Asia tenggara lainnya kali ini ditengarai sebagai akibat kembali anjloknya harga minyak mentah dunia.

Harga minyak West Texas Intermediate () jatuh hingga 2,06% ke level USD 41,3 per barel. Mengikuti hukum perbandingan terbalik antara harga minyak dengan Indeks Dolar , indeks mata uang negeri Paman Sam tersebut langsung melejit 0,39% ke 94,321. Tercatat pada pukul 13.39 WIB, Rupiah tertekan hingga berbalik melemah 25 poin (0,19%) ke level Rp 13.140/USD.

Seakan tak mendukung Rupiah, sektor finansial ikut di saham siang. Saham Perbankan tertekan hingga menyeret Rupiah semakin jauh ke teritori negatif.

“Biasanya karena dikaitkan dolar. (Kemarin positif saat) posisi perbankan rebound. Memperkuat nilai tukar masih perbankan. Ada perubahan sedikit di perbankan, dolar pengaruh,” ujar Octavianus  Marbun, Analis PT Waterfront  Securities Indonesia saat dihubungi (13/4).

Sebelumnya, Rupiah tampil berseri di sesi awal perdagangan. Berdasar catatan , Rupiah dibuka dengan penguatan sejauh 0,16% atau 21 poin ke level Rp3.094/US$ di awal perdagangan Rabu. Rupiah bahkan terpantau masih tertahan di posisi plus 7 poin saat perdagangan sesi pertama ditutup.

Loading...