Saham Nikel Jatuh Pasca Pemerintah Longgarkan Larangan Ekspor

nikel di pada Jumat (13/1) setelah Jakarta mengumumkan akan melonggarkan larangan bijih nikel karena mengantisipasi penurunan harga dari peningkatan pasokan yang ada.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengumumkan pada Kamis (12/1) bahwa akan mengizinkan ekspor bijih nikel dan bauksit selama 5 tahun dalam kondisi tertentu. Bijih kelas rendah yang memiliki kandungan nikel di bawah 1,7% dapat diekspor selama beberapa bagian dilebur di .

dimulai segera setelah pasar dibuka pada Jumat (13/1). Saham Vale Indonesia, unit Bursa Efek Jakarta yang terdaftar dalam pertambangan raksasa Brasil, Vale, mencapai lebih dari 15%, berada pada level terendah 5 bulan di bawah Rp 2.500.

Perusahaan asing pun turut mengalami penurunan. Produsen nikel Filipina, Nickel Asia harganya tercatat merosot lebih dari 10%. Penambang asal Australia, Western Areas anjlok hampir 20%. Demikian pula Sumitomo Metal Mining Jepang yang turun hampir 8%.

Indonesia merupakan salah satu produsen bijih nikel terkemuka di dunia sebelum memberlakukan larangan ekspor pada Januari 2014 lalu untuk membina industri peleburan. Banyak yang memprediksi bahwa larangan tersebut hanya sementara, namun ternyata tidak. Faktor-faktor lain seperti pembatasan lingkungan yang ketat di Filipina telah menyebabkan kekurangan nikel pada 2016, yang merupakan kekurangan pertama dalam 6 tahun.

Sementara itu, perusahaan milik , PT Aneka Tambang memperoleh keuntungan dari langkah pemerintah. Investor memburu saham di PT Antam sejak pagi yang membuat harganya naik lebih dari 5%. Perusahaan yang sebagian besar mengekspor bijih nikel yang belum diproses dan terhambat karena larangan ekspor pun tampaknya mulai mendapat angin segar.

“Jakarta melonggarkan larangan untuk meningkatkan pendapatan pemerintah dan meningkatkan perekrutan,” ujar Menteri ESDM, Ignasius Jonan. Pemerintah mungkin bermaksud untuk menaikkan harga saham perusahaan yang dikelola negara, tetapi jika harga nikel turun lebih dari yang diperkirakan, maka langkah ini bisa menjadi bumerang.

Loading...