Saham Bank Danamon Anjlok, MUFG Berisiko Rugi Miliar Dolar AS

Bank Danamon - tirto.idBank Danamon - tirto.id

TOKYO/JAKARTA – Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), kelompok terbesar di Jepang, menghadapi risiko kerugian mencapai miliar dolar AS karena Bank Danamon anjlok dalam beberapa pekan terakhir. Biaya penurunan nilai, yang bisa berjumlah sekitar 300 miliar yen (2,76 miliar dolar AS), berisiko menjatuhkan MUFG ke dalam kerugian kuartal April-Juni pertama sejak kelompok itu terbentuk pada 2005.

Dilansir Nikkei, April 2019 kemarin, MUFG meningkatkan investasi mereka di Bank Danamon menjadi 94%. ini membawa total investasi MUFG di Bank Danamon menjadi sekitar 680 miliar yen, menandai luar negeri terbesar oleh bank Jepang. Namun, saham yang terdaftar di Bank Danamon Jakarta anjlok setelah saham selesai pada 29 April. Saham tersebut jatuh menjadi Rp5.400 pada 7 Mei. Bahkan, saham sempat merosot ke level terendah Rp4.620 pada Senin (10/6) kemarin, sebelum menutup hari Rabu (12/6) di Rp4.700.

Penurunan saham secara tiba-tiba ini terjadi setelah Bank Danamon dikeluarkan dari indeks saham MSCI Pacific tak lama setelah melakukan merger dengan Bank Nusantara Parahyangan. Penghapusan itu berarti kemungkinan penurunan pembelian oleh investor asing melalui reksadana, sehingga prospek ini memicu aksi jual. Saham ini juga menderita likuiditas rendah setelah pembelian MUFG, yang hanya menyisakan 6% dari saham beredar di .

Menurut analis PT OSO Sekuritas, Sukarno Alatas, dilansir Liputan6, ada kekhawatiran pelaku pasar terhadap kinerja Bank Danamon ke depan usai merger dengan Bank Nusantara Parahyangan. Selain itu, jika merger ini dinilai bagus ke depannya, tentu ada pihak-pihak yang memanfaatkan untuk melakukan terlebih dahulu.

MUFG perlu menilai kembali nilai goodwill dari transaksi, premi yang dibayarkan atas nilai buku Bank Danamon, jika saham diperdagangkan di bawah sekitar Rp4.700 pada 30 Juni. Pada tingkat saat ini, biaya penurunan nilai akan mencapai perkiraan 200 miliar yen hingga 300 miliar yen. Namun, grup ini tidak berencana mengubah strategi luar negerinya, yang mencakup unit Indonesia. “Sekarang kami menjadikan Danamon sebagai anak perusahaan, kami telah mengembangkan jaringan bank komersial di Asia,” kata CEO MUFG, Kanetsugu Mike.

Bank Danamon melayani banyak pembuat suku cadang lokal, yang merupakan mitra penting bagi pembuat Jepang yang merupakan pelanggan MUFG, dengan fundamental yang solid. Bank Indonesia melaporkan kenaikan laba bersih 7% menjadi Rp3,92 triliun untuk tahun 2018. Namun, bank ini memiliki rasio pinjaman yang buruk hanya 2,7%, di bawah rata-rata 3,3% untuk lima rekan menengah lokal. Rasio biaya 49% juga lebih rendah dari rata-rata 54%.

Loading...