Saham Asia Kembali Bergairah Merespon Stimulus Bank of England

Bank of EnglandBOE

Saham kembali bergairah pada Jumat (5/8) ini usai Bank of England (BoE) meluncurkan kampanye stimulus pasca-. Namun, pelaku pasar tetap diminta mewaspadai rilis data tenaga kerja terbaru yang diprediksi mengalami kenaikan meski terbatas.

Indeks dari saham Asia Pasifik di luar Jepang terpantau naik 0,3% menuju 0,9% kenaikan mingguan. Sementara, saham juga menguat 0,5% dan saham menanjak 0,4%. Adapun saham Nikkei Jepang, terkatrol sebesar 0,6%. Namun melawan tren, saham Singapura terpantau dibuka melemah dengan Indeks Straits Times turun 0,17% di level 2.827,07 pada pukul 09.18 waktu Tokyo.

Sebelumnya, pada malam kemarin, BoE mengeluarkan pernyataan yang mengatakan akan mengambil “tindakan apa pun yang diperlukan” untuk mencapai stabilitas di usai meninggalkan Uni Eropa. Hal ini juga mendorong laju pound sterling untuk menguat 0,1% menjadi 1.3120 usai terdepresiasi 1,6% semalam.

Kini, pasar menanti laporan payrolls data tenaga kerja non-pertanian AS untuk menjelajahi kemungkinan The Fed menaikkan tingkat suku bunga mereka pada awal September. Ekonom yang disurvei Reuters mengharapkan tenaga kerja AS bertambah 180.000 pada bulan Juli.

“Kami mungkin perlu laporan pekerjaan yang lebih tinggi dari yang diharapkan untuk menghidupkan kembali prospek kenaikan suku bunga pada September sekaligus mengangkat dolar AS,” kata Kepala Strategi Mata Uang di Mizuho Securities di Tokyo, Masafumi Yamamoto. “Ini mengingat betapa lemahnya PDB AS pada kuartal kedua .”

Loading...