Saham AS Merosot, Rupiah Tetap Negatif di Kamis Sore

Rupiah - www.jitunews.comRupiah - www.jitunews.com

Rupiah gagal beranjak dari zona merah pada Kamis (11/10) sore, meski indeks sebenarnya terus bergerak menurun, dipicu saham-saham di Paman Sam yang melakukan kinerja terburuk dalam delapan bulan terakhir. Menutur paparan Index pukul 15.57 WIB, Garuda melemah 35 poin atau 0,23% ke level Rp15.235 per .

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp15.253 per AS, terdepresiasi 38 poin atau 0,25% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.215 per AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan , dengan penurunan terdalam sebesar 0,86% menghampiri won Korea Selatan.

Dari , indeks dolar AS, yang biasanya dipandang sebagai aset aman untuk berlindung ketika kondisi bergejolak, ternyata bergerak lebih rendah pada hari Kamis, dipicu penurunan yang dialami saham AS. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,296 poin atau 0,31% ke level 95,212 pada pukul 11.00 WIB, setelah kemarin sudah berakhir di area merah.

Menurut kepala Asian rates & valuta asing di Aviva Investors, Stuart Ritson, dalam kondisi ketika pasar khawatir tentang meningkatnya volatilitas, dolar AS cenderung melakukannya dengan baik, terutama dibandingkan mata uang berisiko tinggi seperti dolar Australia dan dolar Kanada. “Namun, tampaknya ada pengecualian dan tidak ada penjelasan yang jelas mengapa greenback tidak berjalan lebih baik pada sesi risk-off,” timpal kepala strategi valuta asing di NAB, Ray Attrill.

yang membuat greenback menurun salah satunya adalah saham AS yang mencatat kinerja terburuknya dalam hampir delapan bulan terakhir pada perdagangan Rabu (10/10) kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup terjerembap 831,83 poin atau 3,15% di level 25.598,74, indeks S&P 500 anjlok 94,66 poin atau 3,29% di 2.785,68, sedangkan indeks Nasdaq Composite berakhir tersungkur 315,97 poin atau 4,08% di level 7.422,05.

Di belahan dunia yang lain, euro naik 0,35% menuju 1,1566 terhadap dolar AS setelah sempat mencapai posisi terendah di 1,1477 per dolar AS pada sesi sebelumnya. Rebound yang dialami euro didorong oleh pernyataan perunding Brexit dari Uni Eropa, Michel Barnier, yang mengatakan bahwa para pihak telah menyetujui perjanjian penarikan diri menjelang pertemuan puncak 28 pemimpin nasional blok itu minggu depan.

Loading...