RUU Pajak Disetujui, Dolar AS Justru Melempem & Beri Kesempatan Rupiah Menguat

rupiah - www.thejakartapost.comrupiah - www.thejakartapost.com

Jakarta dibuka naik 32 poin atau 0,24 persen ke Rp 13.547 per dolar AS di awal pagi hari ini, Kamis (21/12). Sebelumnya, Rabu (20/12) Garuda ditutup melemah 0,02 persen atau 3 poin ke posisi Rp 13.579 per USD setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.576 hingga Rp 13.586 per dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah sebesar 0,14 persen menjadi 93,313 di akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB setelah parlemen AS menyetujui rancangan undang-undang Partai Republik dengan revisi, yang dilanjutkan Senat pada tengah malam untuk mengubah kode AS.

DPR menyetujui aturan pajak yang baru pada Selasa siang, akan tetapi anggota parlemen Senat menemukan sejumlah ketentuan dalam UU tersebut yang melanggar peraturan , sehingga membuat anggota parlemen terpaksa mencabutnya dan meminta DPR melakukan pemungutan suara ulang. Persetujuan aturan tersebut akan segera dikirim ke Presiden AS Donald Trump untuk disahkan dan diberlakukan mulai tahun 2018 depan.

Dari sisi , National Association of Realtors melaporkan bahwa rumah di AS mengalami kenaikan untuk bulan ketiga berturut-turut pada bulan November 2017 dan mencapai level tertinggi dalam hampir 11 tahun. Total rumah di AS naik 5,6 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan musiman sebesar 5,81 juta pada November 2017 dari 5,50 juta yang direvisi mengalami kenaikan pada Oktober 2017.

Meskipun hari ini rupiah menguat, para analis memprediksi jika gerak rupiah kemungkinan akan kembali terkoreksi. Rilis data GDP Amerika Serikat kuartal III pada Kamis yang diperkirakan stabil akan jadi sentimen negatif untuk rupiah. “Kalau liat ekspektasi yang bisa jadi rupiah kembali melemah terbatas,” kata Josua Pardede, ekonom PT Bank Permata Tbk, seperti dilansir Kontan. GDP AS kuartal III 2017 diperkirakan stabil pada level 3,3 persen. Sementara itu, klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir 15 November 2017 naik dari 225.000 menjadi 232.000.

Akan tetapi, Faisyal, analis PT Monex Investindo Futures justru memprediksi nilai tukar rupiah akan menguat tipis hari ini, terutama karena USD diprediksi akan tertekan selama fokus pasar masih tertuju pada RUU pajak. “Sampai 22 Desember indeks dollar AS kemungkinan masih dalam tekanan,” tandasnya.

Loading...