RUU Kesehatan AS Gagal Lolos, Rupiah Melaju di Awal Pekan

mampu melaju pada awal dagang hari ini (27/3) di saat indeks AS melemah merespons kegagalan voting RUU AS. Seperti dilaporkan Index, Garuda membuka dengan naik 19 poin atau 0,14% ke Rp13.308 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,33% ke posisi 99,299 pada pukul 06.33 WIB.

Seperti diketahui, menarik RUU Kesehatan yang bakal diajukannya karena dirinya tidak yakin akan meraih 216 dukungan suara dari anggota Kongres AS pada akhir pekan lalu. Pasalnya, RUU Kesehatan baru pengganti Obamacare tersebut mendapat penolakan dari faksi konservatif di Partai Republik, yang notabene menjadi pengusung Trump dalam Pilpres lalu. Adapun penolakan yang lebih jelas, telah disuarakan oleh anggota Kongres AS dari partai Demokrat.

Kegagalan Trump dalam meloloskan RUU Kesehatan yang diusulkannya itu dinilai merupakan indikasi pertama kemunduran politik Trump di AS. Setelah ini, pasar menyoroti potensi terealisasinya janji reformasi pajak AS dan peningkatan belanja infrastruktur. “Ada persepsi kegagalan meloloskan aturan kesehatan, dan pasar menanyakan entah bagaimana detail sisa agenda Trump lainnya,” ujar Kepala Ekonom RBS Capital Markets, Tom Porcelli.

Sementara itu, dari dalam negeri, rupiah disokong dengan upaya pemerintah untuk terus mendengungkan kenaikan peringkat ke layak investasi oleh S&P yang sampai saat ini masih melakukan penilaian terhadap perekonomian Indonesia. Pasar masih merespons positif sentimen ini, meski sudah mulai jenuh dan perlahan menciptakan ketidakpastian baru, bersamaan dengan sentimen politik menjelang Pilkada DKI II.

“Ruang penguatan rupiah masih tersedia walaupun BI menyatakan ‘cukup nyaman’ dengan level rupiah di 13.300 yang, menurut penilaian mereka, sedikit undervalued,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Ruang penurunan dolar AS juga semakin terbuka jika langkah OPEC gagal mendorong kenaikan harga minyak serta ekspektasi inflasi .”

Loading...