RUU Kesehatan AS Ditunda, Rupiah Menguat Tipis di Awal Perdagangan

Jakarta – Mengawali pada akhir pekan ini, Jumat (24/3), rupiah dibuka menguat tipis 0,01 persen atau 1 poin ke posisi Rp 13.324 per . Namun Garuda kemudian melemah 0,02 persen atau 2 poin ke level Rp 13.327 per AS.

Kemarin, Kamis (23/3) rupiah ditutup menguat 4 poin atau 0,03 persen ke Rp 13.325 per dolar AS usai bergerak di rentang angka Rp 13.320 hingga Rp 13.335 per dolar AS. Pergerakan rupiah cenderung merespons ditundanya voting RUU kesehatan yang akan ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Trump dan sejumlah pemimpin parlemen mendesak diadakannya pemungutan suara agar dapat melancarkan rencana mereka dalam mengubah program Obamacare. Akan tetapi hambatan dalam mengubah RUU kesehatan tersebut bisa berdampak pada rencana pemotongan pajak dan peningkatan anggaran belanja infrastruktur dari Donald Trump.

Para pelaku pasar berspekulasi jika RUU kesehatan tersebut diterima, maka stimulus fiskal dan kebijakan perdagangan Trump pun akan menjadi lebih mulus. Akan tetapi, Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menuturkan bahwa minyak yang masih anjlok juga turut mencegah dolar AS melemah terlalu dalam. Dari faktor , para juga tengah menanti proses Brexit (British Exit) di Inggris yang dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada pekan depan.

Hari ini para investor tengah menanti data indeks manufaktur dari negara maju yang diperkirakan akan membaik dari sebelumnya. “Saat ini, investor tengah menunggu konfirmasi sejumlah hasil mulai dari hasil pilkada Jakarta II, peringkat S&P dan pertumbuhan PDB kuartal I/2017. Rupiah berpeluang melemah hari ini,” ungkap Rangga.

Loading...