Rusia Bakal Jadi Mitra Strategis Baru Bagi ASEAN

Sejauh ini, para pejabat ASEAN memang telah menolak secara halus untuk menjadi mitra strategis ASEAN. Namun, hal tersebut bisa segera berubah ketika Presiden , Vladimir Putin, bertemu dengan para pemimpin ASEAN pada KTT di Sochi, pada tanggal 19 Mei hingga 20 Mei mendatang.

Sebelumnya, ASEAN menolak Rusia karena beranggapan negara tersebut belum layak untuk dijadikan partner di berbagai bidang. “Namun, KTT mendatang memiliki potensi untuk menjadi tonggak bagi hubungan ASEAN dan Rusia,” ujar Senior Institute of Security and International Policy di Chulalongkorn University, , Kavi Chongkittavorn.

Rusia sendiri tertarik memulai hubungan yang lebih dekat dengan ASEAN sebagai kekuatan penyeimbang sumbu AS-China. Keinginan Moskow untuk terlibat dengan ASEAN juga didorong peluang perdagangan dan baru, usai negara ini menerima sanksi dari ekonomi Barat setelah insiden pendudukan militer di Crime pada lalu.

Volume perdagangan bilateral antara Rusia dengan ASEAN sendiri telah mencatat nilai total 22,5 miliar pada tahun 2014, yang menjadikan Rusia sebagai negara mitra dagang terbesar kedelapan ASEAN. Namun, kedua belah pihak belum menentukan target volume perdagangan mereka di masa depan.

Langkah sudah diambil untuk meningkatkan hubungan perdagangan bilateral. Rusia baru-baru ini mengusulkan negosiasi perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN dan Eurasian Economic Union (EEU). Tahun lalu, menjadi anggota ASEAN pertama yang menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan EEU, dan tertarik untuk mengikutinya.

Di samping itu, alasan Rusia ingin meningkatkan hubungan dengan ASEAN ke tingkat “kemitraan strategis” adalah kesepakatan antara AS dan ASEAN pada November lalu, terutama di bidang keamanan dan pertahanan. Sebelumnya, ASEAN telah membuka dialog serupa dengan AS, China, dan Jepang.

Di luar bidang keamanan dan ekonomi, Rusia juga ingin mendorong ikatan budaya yang lebih dekat. Sebelumnya, negara ini telah menyelenggarakan dua KTT pemuda, pertama di Moskow pada tahun 2013 dan kemudian di Kuala Lumpur pada tahun berikutnya. Selain itu, ASEAN Center juga telah didirikan di Moscow State University of International Relationship pada Juni 2010, sebagai pusat penelitian pertama ASEAN yang fokus meneliti di luar regional.

Loading...