Rupiah Unjuk Gigi Seiring Melemahnya Dolar AS dan Naiknya Harga Minyak

diprediksi bakal melanjutkan tren positifnya pada perdagangan Rabu (2/3). Melemahnya AS terhadap sejumlah serta harga yang konsisten akan menjadi sentimen pendorong laju mata uang Garuda dan aset berdenominasi rupiah lainnya.

Menurut data Bloomberg Index, hari ini rupiah dibuka menguat 50 poin atau 0,37 persen ke level Rp13.297 per dolar AS. Kemudian, rupiah kembali unjuk gigi dengan terapresiasi 30 poin atau 0,22 persen ke level Rp13.317 per dolar AS pada pukul 08.56 WIB.

“Rupiah masih akan melanjutkan tren penguatannya bersamaan dengan pelemahan dolar AS terhadap kurs di Asia,” tutur analis Samuel Sekuritas, Rangga Cipta. “Sementara dari eksternal, harga minyak yang konsisten naik akan terus memberikan dorongan penguatan ke rupiah.”

Harga minyak mentah memang kembali naik tajam karena dipicu harapan pembatasan produksi minyak mentah oleh para produsen utama dunia. Di saat yang sama, S&P 500 naik tajam 2,4 persen, sedangkan US Treasury 10 tahun imbal hasilnya naik enam basis poin.

Sementara menurut Kepala Riset NH Securities , Reza Priyambada, proyeksi penguatan rupiah didorong adanya sentimen positif dari rilis data Badan Pusat Statistik (), yang mencatat Februari kemarin terjadi deflasi sebesar 0,09 persen. “Terjadinya deflasi sepanjang Februari memberikan sentimen positif, sehingga tekanan terhadap rupiah pun kian berkurang,” jelas Reza.

“Rilis data tersebut membuktikan adanya perbaikan di Indonesia,” sambung Reza. “Rupiah hari ini akan berada pada level support Rp13.377 per dolar AS dan resisten Rp13.359 per dolar AS.”

Loading...