Selasa Pagi, Rupiah Tetap Menguat Meski Relatif Tipis

Rupiah - www.liputan6.comRupiah - www.liputan6.com

JAKARTA – Rupiah masih mampu menjaga tren positif pada Selasa (10/9) pagi meski penguatan cenderung menipis. Menurut Index, Garuda dibuka menguat 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.030 per AS. Sebelumnya, spot ditutup naik 66 poin atau 0,47% di posisi Rp14.035 per AS pada Senin (9/9) kemarin.

“Penguatan rupiah dipicu oleh meningkatnya minat terhadap aset berisiko karena tengah berharap Bank Sentral China dan Jepang dapat menggelontorkan stimulus untuk mendukung pertumbuhan ekonominya,” papar analis PT Monex Investindo Futures, Faisyal, dilansir . “Data ekspor-impor China dan PDB Jepang kuartal kedua tahun ini yang melemah menghidupkan ekspektasi bahwa bank sentral kedua tersebut akan mengeluarkan stimulus.”

Di samping itu, Faisyal menambahkan, sentimen harapan pemangkasan deposito oleh Bank Sentral Eropa juga dapat menjadi katalis positif bagi rupiah untuk jangka pendek. Meski demikian, investor tampaknya cenderung wait and see, menanti keputusan penurunan acuan AS oleh .

Sementara itu, analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri, mengatakan bahwa rupiah mendapat angin segar semenjak AS dan China sepakat mengadakan pertemuan tingkat tinggi pada bulan Oktober mendatang. Sampai saat itu, kedua negara juga sepakat tidak akan saling melontarkan ancaman kenaikan tarif impor.

Dari dalam negeri, Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, menyampaikan bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2019 yang tercatat sebesar 126,4 miliar dolar AS atau meningkat 500 juta dolar AS dibandingkan akhir Juli telah membantu rupiah untuk menguat. Hal tersebut, menurutnya, membuktikan bahwa ekonomi dalam negeri cukup terkendali di tengah perang dagang dan isu Brexit yang tak kunjung usai.

Ibrahim sendiri memprediksi rupiah masih akan menguat pada perdagangan hari ini, dengan kisaran Rp13.995 hingga Rp14.100 per dolar AS. Reny juga menilai rupiah masih bisa menguat dengan kisaran pergerakan Rp13.990 hingga Rp14.080 per dolar AS, sedangkan Faisyal memperkirakan mata uang Garuda bergulir di rentang Rp13.970 hingga Rp14.070 per dolar AS.

Loading...