Rupiah tetap Melemah meskipun IHSG tampil Prima

saham Blue-Chip Composite Index atau JCI pada (13/2) dibuka dengan catatan positif yakni menguat sebesar 0,38% menjadi 5.363,98. Selain itu, saham perusahaan Blue-Chip yang diperdagangkan di (BEI) hari ini pada pukul 09.00 WIB sahamnya juga 0,72% menjadi 935,59.

Kepala Riset Securities, Alfiansyah, mengatakan bahwa gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina telah menciptakan sentimen positif di keuangan, sehingga meningkatkan indeks di kawasan Amerika Serikat dan di seluruh Eropa. “Kondisi ini telah mendukung perdagangan saham di berbagai negara di tengah ketidakpastian atas masib hutang Yunani,” kata Alfiansyah. Dia juga menambahkan bahwa diperkirakan akan dalam waktu dekat karena Yunani tampaknya masih tidak menunjukkan titik terang perihal kemampuannya menuntaskan masalah hutang.

Sedangkan analis dari Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, berpendapat bahwa mayoritas pelaku pasar masih optimis tentang masa depan perekonomian negara (Indonesia). “IHSG masih akan terus meningkat dalam waktu dekat dan kami (Asjaya Indosurya Securities) memprediksi bahwa IHSG akan diperdagangkan pada rentang antara 5.282 hingga 5.389 sepanjang hari ini (13/2),” kata William.

Berbeda dengan IHSG yang menunjukkan perbaikan, Rupiah justru menampakkan performa yang loyo. Rupiah hari ini diperdagangkan melemah 41 poin di sesi perdagangan pagi antar Bank lokal di Jakarta. Rupiah yang semula berada pada posisi Rp 12.801 kini merosot menjadi Rp 12.842 per Amerika.

Loading...