Dolar Bearish, Rupiah Malah Terpeleset di Akhir Kamis

Rupiah - ekbis.co.idRupiah - ekbis.co.id

JAKARTA – Setelah dibuka menguat, harus terpeleset ke area merah pada perdagangan Kamis (6/8) sore, ketika indeks dolar AS sebenarnya tengah cenderung menurun di tengah isu pemulihan ekonomi yang kemungkinan bisa terhambat. Menurut Index pada pukul 14.58 WIB, Garuda berakhir melemah 35 poin atau 0,24% ke level Rp14.585 per dolar AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi tadi menempatkan referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.587 per dolar AS, menguat 36 poin atau 0,25% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.623 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, sejumlah mata uang harus terdepresiasi, seperti yuan China, peso Filipina, dan dolar Singapura.

Dari global, indeks dolar AS harus berjuang di bawah tekanan kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi AS mungkin tertinggal dari negara lain karena tingkat infeksi yang tinggi, ketika investor menanti data terbaru tenaga kerja AS. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,044 poin atau 0,05% ke level 92,824 pada pukul 15.49 WIB.

Dikutip dari Reuters, penurunan dolar AS telah meningkat sejak akhir Juli kemarin, di tengah meningkatnya persepsi bahwa pemulihan ekonomi negara tersebut dapat terhambat oleh kinerja yang buruk dalam menahan wabah COVID-19. Selain itu, menurut survei dari Institute for Supply Management (ISM), meski aktivitas industri jasa mendapatkan momentum pada Juli, tetapi perekrutan menurun, memicu kekhawatiran tentang angka perekrutan pekerjaan yang akan datang.

Pada hari Jumat (7/8) waktu setempat, data pemerintah diperkirakan menunjukkan pertumbuhan penggajian yang melambat menjadi 1,6 juta pada Juli dari 4,8 juta pada Juni. Dengan lebih dari 30 juta orang tercatat dalam tunjangan pengangguran, pemulihan lapangan kerja dipandang penting bagi ekonomi AS, dengan banyak investor mengandalkan stimulus fiskal lain untuk mendukung perekonomian.

Namun, para pejabat tinggi Partai Demokrat dan Gedung Putih tampaknya mengeraskan sikap mereka mengenai undang-undang bantuan coronavirus baru, ketika perundingan menuju tenggat akhir minggu tanpa tanda-tanda kesepakatan. “Saya berharap kesepakatan akan dicapai sebelum Kongres akan ditunda pada 10 Agustus. Jika kedua belah pihak mencapai titik tengah, dolar AS bisa rebound,” kata kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto.

Loading...