Rupiah ‘Terkapar’ di Akhir Pekan Jelang Pertemuan G20

Rupiah - www.harnas.coRupiah - www.harnas.co

Rupiah harus menutup Jumat (20/4) ini di zona negatif, setelah indeks perkasa versus sekeranjang utama dunia jelang pertemuan G20. Menurut paparan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda bahkan menyelesaikan akhir pekan dengan anjlok 108 poin atau 0,78% ke level Rp13.893 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup melemah 9 poin atau 0,07% di posisi Rp13.785 per dolar AS pada perdagangan Kamis (19/4) kemarin. Tren negatif mata uang NKRI berlanjut tadi pagi dengan dibuka terdepresiasi 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.795 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak punya otot untuk keluar dari teritori merah hingga tutup dagang.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.804 per dolar AS, melorot 26 poin atau 0,18% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.778 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang tidak berkutik versus , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,57% menghampiri won Korea Selatan.

Dari , indeks dolar AS bergerak lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama dunia pada hari Jumat, menyusul komentar Gubernur Bank of England dan penjualan ritel Inggris yang lemah, serta kembali meningkatnya pamor aset berisiko. Mata uang Paman Sam terpantau naik 0,011 poin atau 0,01% ke level 89,951 pada pukul 10.55 WIB.

Seperti dilansir Reuters, komentar Gubernur Bank of England, Mark Carney, pada hari Kamis meredam ekspektasi kenaikan pada bulan Mei. Di sisi lain, penjualan ritel Inggris yang mengecewakan juga mengangkat keraguan tentang prospek kenaikan Inggris, yang pada akhirnya membuat pound sterling meluncur ke posisi terendah dua minggu terhadap greenback.

Dolar AS pun turut menguat 0,25% menuju level 107,63 terhadap yen, setelah Presiden Donald Trump tampaknya tidak membuat tuntutan baru pada perdagangan setelah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Kenaikan yang dialami greenback mendekati level tertinggi tujuh minggu yang tercatat di posisi 107,78.

“Saya pikir, kegelisahan yang berlebihan tentang perang dagang dan risiko politik lainnya saat ini telah mereda,” ujar direktur forex di Societe Generale di Tokyo, Kyosuke Suzuki, seperti dilaporkan Reuters. “Namun, dengan pertemuan menteri keuangan G20 yang direncanakan akhir pekan ini, pelaku pasar tampaknya tetap berhati-hati.”

Loading...